nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hindari COVID-19, DMI Minta Seluruh Masjid dan Musala Jaga Kebersihan

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 05 Maret 2020 14:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 05 614 2178600 hindari-covid-19-dmi-minta-seluruh-masjid-dan-musala-jaga-kebersihan-nkBOj0HHuK.jpg Membersihkan masjid (Foto: Dawn)

Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengerluarkan pernyataan guna menanggapi persoalan COVID-19 yang saat mewabah di sejumlah negara.

Sebagai langkah dan antisipasi penularan COVID-19 tersebut, DMI meminta kepada seluruh masjid agar tetap menjaga kebersihan dan mengeluarkan peringatan.

 menghindari COVID-19

Isi imbauan dari PP DMI yang diedarkan sabagai berikut:

Bismillaahirrahmaanirraahiim, Assalaamu'alaikum wr wb.

Sehubungan dengan pengaruh virus korona (COVID-19), maka Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia menghimbau seluruh jajaran pimpinan wilayah, daerah, cabang, dan ranting untuk melakukan langkah Sanitasi Siaga bersama DKM dan takmir masjid, musala, berikut ini.

1. Bersihkan lantai masjid dan mushala dengan cairan desinfektan.

2. Menjaga kebersihan karpet lainnya dengan rutin atau konstan. (Penggunaan penyedot debu atau alat pembersih lain sangat disarankan).

3. Menjaga kebersihan tempat wudhu dan toilet dengan cairan desinfektan.

4. Menghimbau para jamaah salat agar membawa sajadah atau sapu tangan atau kain bersih sendiri sebagal alas sujud masing-masing.

5. Meminta para jamaah yang sedang batuk, demam, dan sakit seperti flu atau salesma, agar dapat menyelesaikan salat di rumah hingga pulih.

6. Meminta warga ikut melakukan upaya tanggap COVID-19, melaporkan jika ada warga masyarakat diduga terdampak virus korona, khususnya di sekitar masjid atau musala.

Demikian himbauan ini disampaikan untuk dilaksanakan bersama-sama. Wallaahul musta'an, Wassalaamu'alaikum wr wb.

Sementara itu, Direktur Program Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ustadz Munawar Fuad membenarkan imbauan yang disebarkan melalui surat tersebut.

"Intinya Dewan Masjid Indonesia pusat, dipimpin oleh pak Jusuf Kalla berasama pengurus, ikut merespon. Merespon secara pro aktif, terkait dengan perkembangan virus korona yang ada di Indonesia ini, karena ini adalah fakta masalah yang harus dihadapi bersama dan perlu bekerja sama dengan semua pihak," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (5/3/2020).

Munawar mengatakan, selain mendukung kebijakan pemerintah terkait wabah COVID-19, PP DMI pun ikut andil dalam mencegah penyebaran virus tersebut. Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan masjid dan musala, sekaligus agar para jamaah merasa nyaman ketika hendak beribadah.

"Karena masjid adalah ruang publik. Maka ruang publik yang terbuka selama 24 jam untuk dijadikan tempat beribadah. Jadi sebagai pengurus masjid melayani para jamaah mulai dari menjaga kebersihan di gerbang, di ruang ibadah, termasuk lingkungan, kamar mandi juga tempat wudhu. Tapi karena ini interaksinya terbuka, maka para jamaah yang datang sebaiknya juga ikut bersiaga," tuturnya.

Lalu bagaimana dengan jamaah yang sedang sakit?

Munawar menegaskan, bahwasannya poin yang menyebutkan 'Meminta para jamaah yang sedang batuk, demam, dan sakit seperti flu atau salesma, agar dapat menyelesaikan salat di rumah hingga pulih' bukan bermaksud menghalangi umat untuk pergi ke masjid dan musala.

Lebih lanjut, kata dia, justru pada situasi seperti ini yaitu mewabahnya penyakit yang mudah tertular adalah waktu yang tepat untik mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Ya, itu bukan melarang ke masjid, bukan membatasi ke masjid, apalagi mau menjauhkan umat ya dari masjid. Justru di tengah suasana seperti ini kita semua diuji, kita harus semakin mendekatkan diri kepada Allah."

Di samping itu Munawar mengingatkan kepada jamaah masjid yang kondisi tubuhnya kurang fit, agar selalu bersiaga atau berhati-hati dan tak lain untuk menghindari hal-hal negatif.

"Tetapi bagi yang sedang dalam keadaan sakit, batuk flu atau tanda-tanda yang mengidikasi adanya tanda korona. Sebaiknya kan berhati-hati, itu juga diperintahkan oleh agama, untuk berikhtiar hati-hati dan sesuai dengan kaidah ushul fiqh. Maka kita perlu menghindari dampak negatif tarhadap diri kita, maupun terhadap pihak yang lain," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini