COVID-19, Anjuran Rasulullah agar Tak Membahayakan Diri Sendiri dan Orang Lain

Minggu 22 Maret 2020 07:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 20 614 2186492 covid-19-anjuran-rasulullah-agar-tak-membahayakan-diri-sendiri-dan-orang-lain-07TJCaV5AL.jpg Virus Corona (Foto: Venture Burn)

Saat menghadapi COVID-19, kita tidak boleh egois. Ketika pemerintah memerintahkan kita umat Islam untuk melakukan social distancing atau menjaga jarak dari orang lain serta work from home (WFH), maka sebaiknya kita melaksanakan anjuran tersebut dengan mencegah penularan COVID-19.

Sebab COVID-19 merupakan penyakit berbahaya yang sangat mudah menular. Apalagi sudah banyak orang menjadi korbannya.

Dari Abu Said Sa’ad bin Malik bin Sinan Al Khudry radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Tidak boleh melakukan sesuatu yang berbahaya dan menimbulkan bahaya bagi orang lain.” (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah)

Rasulullah SAW sendiri sudah jauh-jauh hari sebelum munculnya wabah COVID-19 berpesan agar jangan membahayakan diri sendiri dan jangan membahayakan orang lain.

Artinya bahwa orang yang takut kepada Allah sesungguhnya adalah orang yang beriman yang kuat, yang ia lebih dicintai oleh Allah karena ia terus berusaha dan ikut bekerja sama agar ia tidak tertular COVID-19, apalagi turut menularkan kepada saudara-saudaranya yang semula sehat wal afiat.

 wabah COVID-19

Orang yang takut kepada Allah itu tidak egois. Orang yang takut kepada Allah pasti amat penyayang kepada saudara-saudaranya, sebagaimana ia sayang kepada dirinya sendiri.  

Lalu bagaimana cara melindungi diri agar tak terkena paparan COVID-19?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan agar melakukan social distancing jika terpaksa keluar rumah. Jarak yang diperlukan adalah sekira 2 meter.

Seperti diketahui orang-orang dapat menyebarkan COVID-19 setidaknya selama lima hari sebelum timbul gejala. Karenanya, menjaga jarak agar tidak tertular menjadi sangat penting untuk mencegah penularan.

Selain itu agar tak terkena COVID-19 juga harus mencuci tangan lebih sering untuk menghilangkan bakteri, virus, kuman.

MUI juga mengeluarkan fatwa agar umat Islam menjaga diri agar tidak terpapar virus corona sehingga harus menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, berpelukan, cium tangan, membawa sajadah sendiri, dan sering membasuh tangan dengan sabun.

Lalu dalam kondisi penyebaran COVID-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, umat Islam tidak boleh menyelenggarakan Salat Jumat di kawasan tersebut, sampai keadaan menjadi normal kembali dan wajib menggantikannya dengan Salat Dzuhur di tempat masing-masing.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Demikian juga tidak boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran COVID-19, seperti jamaah salat lima waktu/ rawatib, Salat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar mengatakan, salat berjamaah harus dihindari di rumah-rumah ibadah yang ada di lokasi rawan penyebaran virus corona hingga wabah ini berakhir.

Kalau sudah melakukan berbagai hal untuk menghindari paparan COVID-19, maka barulah kita bertawakal alias berpasrah diri secara total kepada Allah itu setelah upaya-upaya yang maksimal.

Upaya menjaga kesehatan diri sendiri dan saudara-saudara kita adalah bagian amat penting dari sebuah klaim ketakwaan kepada Allah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya