ISRA Miraj merupakan satu di antara mukjizat Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam, sekaligus sebagai bukti kenabian dan kerasulan beliau. Peringatan Isra Miraj merupakan peristiwa dipanggilnya Nabi Muhammad menghadap Allah Ta’ala. Melalui kekuasaannya, Rasulullah melakukan perjalanan menaiki Buraq dan ditemani malaikat Jibril dari Makkah ke Masjid Al Aqsa.
Dari sana, Rasulullah kemudian dinaikkan menembus pintu-pintu langit hingga ke Sidratul Muntaha (Miraj). Isra Miraj istimewa karena kejadian yang terjadi dalam prosesnya.
Dilansir dari aboutislam, Senin (23/3/2020), peristiwa ini sangat berharga bagi umat Islam, karena di sinilah Nabi Muhammad menerima perintah dari Allah tentang kewajiban menunaikan salat lima waktu sehari semalam.
Namun seringkali masyarakat menggabungkan Isra Miraj menjadi satu peristiwa yang sama. Padahal, Isra dan Miraj sebenarnya merupakan dua peristiwa berbeda.
Apa yang dimaksud Isra ?
Isra secara bahasa berasal dari kata ‘saro’ bermakna perjalanan di malam hari. Adapun secara istilah, Isra adalah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Jibril dari Makkah ke Baitul Maqdis (Palestina), berdasarkan firman Allah :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha “ (Al Isra’:1)
Saat itu, seperti biasa Rasulullah mengisi waktu usai Isya dengan tidur lebih awal agar bisa bangun pada sepertiga malam terakhir untuk salat. Namun, malam itu malaikat Jibril datang mengunjungi Rasulullah.
Rasullullah diberi buraq, adalah seekor hewan yang berbulu putih, tingginya lebih dari keledai akan tetapi lebih pendek daripada bagal dan bila ia terbang kaki depannya dapat mencapai batas pandangan matanya. Selanjutnya Nabi memasuki Masjid Aqsa dan melakukan salat dua rakaat di dalamnya.
Rasulullah keluar dari Masjid Aqsa lalu datanglah kepadanya malaikat Jibril seraya membawa dua buah cawan yang satu berisikan khamar sedangkan yang lain berisikan susu. Aku memilih cawan yang berisikan susu, lalu malaikat Jibril berkata, 'Engkau telah memilih fitrah (yakni agama Islam).