Share

Nasib Guru Ngaji di Tengah Wabah Corona

Selasa 14 April 2020 08:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 14 614 2198765 nasib-guru-ngaji-di-tengah-wabah-corona-JmovYBqtuu.jpg Belajar mengaji (Foto: Pixabay)

Wabah virus corona memang membuat banyak orang merasa tertekan baik secara psikologis maupun ekonomi. Namun hingga saat ini belum jelas kapan wabah akan berakhir.

Kiai Ahmad Suaedi mengatakan, wabah corona memukul sektor ekonomi. Banyak masyarakat yang mengeluhkan masalah ekonomi, bahkan predikat baru sebagai orang miskin baru pun muncul ditengah tengah masyarakat.

ย wabah corona

"Pemerintah memang memikirkan dan bertindak untuk mengantisiasi hal itu, namun perhatian pemerintah saat ini masih belum menyeluruh," ujarnya belum lama ini.

Ramai di media sosial foto dan video pembagian masker, makanan, sembako, dan uang yang dilakukan pemerintah, anggota legislatif, dan relawan kemanusiaan.

Namun sayangnya ada orang-orang yang terdampak wabah corona dari kalangan guru ngaji seperti ustadz dan kiai di kampung-kampung yang belum mendapatkan perhatian. Aktivitas keseharian para guru ngaji itu total terhenti karena wabah corona ini.

Jika aktivitas kesehariannya terhenti maka otomatis pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya pun bertahap semakin berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Aktivitas di masjid sudah tidak, majelis taklim tutup, acara pengajianpun ditiadakan sampai waktu yang tidak pasti.

Seperti dilansir dari website Laduni.id, hebatnya para guru ngaji itu diam saja. Mereka malu jika harus meminta apalagi menjerit kepada orang lain.

Diharapkan, ujar Kiai Ahmad, pemerintah lebih perhatian kepada guru ngaji. Minimal mempertanyakan nasib para ustadz dan kiai saat ini yang juga kesusahan.

"Saya berharap pemerintah daerah juga fokus menanggulangi hal ini karena sudah banyak di antara guru ngaji yang tidak dapat beraktivitas normal dan pemasukan untuk biaya hidup sehari-harinya mulai terganggu. Semoga Allah SWT segera mengangkat wabah ini dan semua dapat teratasi," ujarnya.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Depok, Abdul Kodir mengatakan, Gugus Tugas Covid-19 Gerakan Pemuda Ansor Pimpinan Cabang Kota Depok mulai mencanangkan gerakan 'Ayo Bantu Guru Ngaji'.

โ€œSejak wabah corona menjangkit di Indonesia terutama Depok, pemerintah pusat berlakukan sosial distancing, lanjut ke pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Hal ini berdampak sosial dan ekonomi terhadap guru ngaji,โ€ terang Abdul Kodir.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dalam situasi seperti ini kondisi ekonomi siapapun pasti memburuk, terlebih orang yang penghasilannya harian. "Sesuai komitmen bangsa dan agama, Ansor dan Banser akan memperhatikan juga orang-orang yang ikhlas seperti guru ngaji,โ€ ujar Abdul Kodir.

Seperti dilansir dari website NU Depok, Gerakan Ayo Bantu Guru Ngaji bertujuan memaksimalkan sosialisasi internal mengajak ke beberapa pengurus Ansor dan Banser untuk berdonasi bagi kebutuhan para guru ngaji.

โ€œKita gerak bersama dan mengajak siapa saja yang mempunyai kelebihan harta untuk mendonasikan melalui Gugus Tugas Covid-19," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini