4 Penyebab Gelapnya Hati, Pertama Perut yang Terlalu Kenyang

Sabtu 18 April 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 16 330 2200350 4-penyebab-gelapnya-hati-pertama-perut-yang-terlalu-kenyang-VrRM5kCPhD.jpg Hati (Foto: Neathelim)

DARI An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).”

Hati adalah salah satu organ penting manusia yang merupakan pusat kehidupan. Bagaimana tidak, hati bisa menentukan baik buruknya manusia, sehingga hati sangat menentukan kualitas kehidupan seorang Muslim.

Jika hati baik maka baiklah anggota badan yang lain. Jika hati rusak, maka rusak pula yang lainnya.

Rusak atau gelapnya hati adalah karena terjerumus ke dalam maksiat, keharaman, dan perkara syubhat (yang masih samar hukumnya).

Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nasha’ihul ‘Ibad menjelaskan bahwa terdapat empat penyebab gelapnya hati manusia. Abdullah bin Mas’ud r.a. pernah berkata:

أَرْبَعَةٌ مِنْ ظُلْمَةِ الْقَلْبِ بَطْنٌ شَبْعَانٌ مِنْ غَيْرِ مُبَالَاةٍ وَ صُحْبَةُ الظَّالِمِيْنَ وَ نِسْيَانُ الذُّنُوْبِ الْمَاضِيَةِ وَ طُوْلُ الْأَمَلِ

“Empat yang termasuk penyebab gelapnya hati, yaitu: perut yang terlalu kenyang, berteman dengan orang-orag dzalim, melupakan dosa yang pernah dilakukan, dan panjang angan-angan.”

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini