Pendakwah kondang, Syekh Ali Jaber menyampaikan, bahwa dalam kondisi apapun sudah sepatutnya disyukuri dan dinikmati. Khususnya di tahun ini bulan suci Ramadhan akan berhadapan dengan virus corona (COVID-19), di mana wabah ini merupakan salah satu ujian yang Allah SWT berikan.
“Wabah adalah sebuah ujian. Dalam hal ini, kata Rasulullah SAW, kepercayaan ini hanya dimiliki oleh orang yang beriman. Kita tidak tahu hikmah di balik ini. Apapun keadaan kita harus belajar bersyukur kepada Allah, bagaimana kita hadapi ujian yang cukup memberatkan kondisi kita," ujar Syekh Ali Jaber dalam konferensi pers daring bertajuk 'Tausiah Menjalankan Ibadah di Bulan Ramadhan di tengah Pandemik COVID-19', kemarin.

Lebih lanjut, kata Syekh Ali Jaber, semua ujian yang Allah berikan merupakan takdir. Oleh karena itu takdir tersebut jangan sampai diingkari. Sudah sepatutnya umat Islam menerimanya dan menjalankannya dengan penuh keikhlasan juga ketabahan.
“Kita hadapi takdir seperti menghadapi wabah atau thaun di zaman dulu. Rasulullah memerintahkan suatu kaum tetap ada di dalam negeri, tidak boleh keluar dan yang di luar negeri itu tidak boleh masuk ke dalam negeri yang sedang terkena wabah," terang Syekh Ali Jaber.
Allah, lanjutnya, juga menakdirkan kita menghadapi Covid-19. Allah juga meminta kita berikhtiar untuk mencegah penularannya. "Tidak boleh juga menyerahkan diri dalam takdir,” ucapnya.
Kemudian, Allah tidak akan mengubah nasib satu kaum, terkecuali kaum itu mengubahnya sendiri dengan cara berikhtiar. Salah satu bentuk ikhtiar yang saat ini tengah dihadapi adalah menghadapi COVID-19, yakni dengan membantu sama satu lain baik yang positif maupun yang terkena dampaknya.