Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minta Maaf lewat Medsos Jelang Ramadhan, Apa Tanggapan Ustadz?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 23 April 2020 |13:04 WIB
Minta Maaf lewat Medsos Jelang Ramadhan, Apa Tanggapan Ustadz?
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

SEBELUM memasuki awal puasa Ramadhan, banyak ucapan meminta maaf dari orang terdekat, dibarengi dengan ucapan penyambutan Ramadhan lewat WhatsApp. Bagaiamanakah hukumnya?

Terlebih, pemerintah mengharuskan masyarakat untuk melaksanakan ibadah Ramadhan di rumah saja. Karena tak boleh ada aktivitas di luar luar rumah untuk sementara waktu, kecuali dalam kondisi darurat.

ramadhan

Hal ini membuat Anda tak bisa bersilaturahmi langsung ke rumah sanak saudara menjelang Ramadhan. Ya, silaturahmi ke rumah saudara yang dituakan jelang Ramadhan menjadi salah satu bagian dari kultur umat muslim di Indonesia.

Di momen itu, Anda juga meminta doa restu untuk kelancaran puasa Ramadhan. Tak hanya itu, meminta maaf satu sama lain pun biasanya jadi agenda wajib.

Dalam situasi Pembatasan sSosial Berskala Besar (PSBB) efek virus corona, Anda mungkin hanya bisa meminta maaf lewat ponsel, lewat WhatsApp atau media sosial lainnya. Diterangkan Ustadz Malik Mughni, meminta maaf lewat media sosial atau pesan elektronik itu mubah. Karena tidak ada dalil yang melarang untuk meminta maaf atau memberi maaf lewat media sosial.

"Ini kan juga tergantung dari niat kita di awal. Innamal a' malu binniyah. Kalau niatnya tulus meminta maaf, akan baik dampaknya," ungkap Ustadz Malik.

Namun, dia mengatakan, memang ada baiknya meminta maaf secara langsung. Bersalaman dan bersilaturhami secara fisik, juga tentunya akan memberi rasa puas lebih. Cara ini juga akan memperkuat hubungan persaudaraan antarumat.

Terlebih ketika Anda pernah berbuat salah, dzalim, atau khilaf (sengaja mau pun tidak sengaja), maka wajib hukumnya untuk meminta maaf sebagai perekat hablumminannas.

"Kalau tidak sempat, bisa by phone. Kalau tidak sempat juga, baru mengandalkan WhatsApp untuk bisa berkabar dan meminta maaf," sambungnya. Jadi, bisa dikatakan meminta maaf lewat WhatsApp itu alternatif meminta maaf terakhir yang bisa dilakukan.

Ustadz Malik melanjutkan, terkait dengan meminta maaf di media sosial, dia juga tak bisa memungkiri, kebiasaan masyarakat modern ini baik dilakukan. Karena terkadang kita berteman atau saling mem-follow orang, dengan orang yang tak kita kenal betul.

Nah, mungkin satu momen kita pernah membuat potingan yang bikin hati orang lain tersakiti secara tidak langsung. "Maka dari itu, alangkah baiknya jika kita meminta maaf pada mereka dan media sosial bisa jadi media yang baik untuk bisa menyebarkan permintaan maaf tersebut," tambahnya.

(Dewi Kurniasari)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement