Sholat Tarawih di Rumah saat Pandemi Corona, Bisa Mengurangi Keutamaan Pahalanya?

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 23 April 2020 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 614 2203588 sholat-tarawih-di-rumah-saat-pandemi-corona-bisa-mengurangi-keutamaan-pahalanya-mNICdlwRmS.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

AWAL puasa atau 1 Ramadhan 1441 Hijriyah diperkirakan akan jatuh besok, Jumat, 24 April 2020. Artinya malam ini Kamis, (23/4/2020) akan dilaksanakan sholat tarawih pertama Ramadhan 2020.

Namun saat ini dengan keadaan yang belum memungkinkan untuk sholat tarawih berjamaah di masjid karena virus corona (COVID-19), maka sholat tarawih dapat dilakukan di rumah. Nah, seperti apa hukum sholat tarawih jika dilakukan di rumah saja?

salat

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, sholat tarawih berjamaah atau sendiri di rumah pada kondisi seperti ini, yakni dalam rangka mencegah meluasnya virus COVID-19 adalah pilihan yang tepat. Hukumnya dibolehkan atau mubah serta sesuai dengan anjuran atau sunnah Nabi Muhammad.

"Yakni tetap menjalankan ibadah sunnah tarawih, tapi menghindari madharat penularan atau penyebaran virus corona dengan sholat tarawih sendiri/berjamaah di rumah,” ujarnya saat dihubungi Okezone, belum lama ini.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Imam Nawawi di dalam Al Majmu’ berkata: “Hukum sholat tarawih sunnah sesuai dengan ijmak para ulama, dan boleh dilaksanakan sendiri atau berjamaah, mana yang lebih utama? Ada dua pendapat yang terkenal: Yang benar sesuai dengan kesepakatan sahabat-sahabat kami adalah bahwa berjama’ah lebih utama”.

Lebih lanjut, sholat tarawih adalah sunnah Rasulullah menghidupkan malam malam Ramadhan atau Qiyamullail.

“Tarawih ini menunjukkan kecintaan kita dan kekuatan kita untuk berlomba lomba mencari ridha Allah SWT, sholat tarawih berjamaah atau sendiri,” katanya.

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Dari Abi Hurairah radliyallahu 'anh,Rasulullah gemar menghidupkan bulan Ramadhan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata: ‘Barangsiapa yang melakukan ibadah (sholat tarawih) di bulan Ramadhan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya diampuni dosa-dosanya yang telah lewat” (HR Muslim)

Keutamaan menjalankan sholat tarawih, kata Ustadz Ainul Yaqin, merupakan salah satu semangat syiar di bulan Ramadhan yang penuh berkah, penuh keagungan dan keutamaan di sisi Allah SWT.

"Setiap bilangannya berlipat-lipat pahala, karenanya banyak yang berlomba-lomba memenuhi amalan kebaikan, dari menjalankan Tarawih, sholat malam, Witir, khotmil Quran, iktikaf dan sebagainya pada siang dan malam selama Ramadhan,” tuturnya.

Sebagaimana dalam hadist Nabi Muhammad SAW:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه البخاري ومسلم)

Artinya: Dari Abi Hurairah ra: sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda; “Barang siapa yang melakukan ibadah (sholat tarawih) di bulan Ramadhan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya diampuni dosa-dosanya yang telah lewat”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kemudian dalam riwayat hadst lainnya, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه مسلم)

Artinya: “Dari Abi Hurairah ra: Rasulullah SAW menggemarkan sholat pada bulan Ramadhan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata: “Barang siapa yang melakukan ibadah (sholat tarawih) di bulan Ramadhan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya di ampuni dosa-dosanya yang telah lewat”. (HR: Muslim).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya