Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Begini Cara Komunikasi Nabi Ibrahim dengan Anaknya

Begini Cara Komunikasi Nabi Ibrahim dengan Anaknya
A
A
A

Sahabat yang disayang Allah. Dua edisi sebelumnya membahas tentang komunikasi Nabi Ibrahim. Dan kali ini kita masih membahas komunikasi Nabi Ibrahim yang terfokus dengan anaknya, Ismail. Kisah ini sebenarnya sering kita dengar ketika khutbah Idul Adha. Namun dalam tulisan ini kita fokus saja pada komunikasi seorang ayah kepada anak kesayangannya.

Dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim sudah lama tidak diberi oleh Allah seorang anak pun. Nabi yang hanif ini tidak pernah berhenti berdoa kepada Allah. Berikut doa Ibrahim yang terekam dalam Alquran. “Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh,” (QS. Ash-Shaffat 37:100).

Setelah sekian lama, berpuluh-puluh tahun menjelang usianya 100 tahun, Allah pun kemudian menjawab permintaan Nabi Ibrahim dan menjawab doanya. “Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar (Ismail),” (QS. Ash-Shaffat 37:101). Hadiah sabar berupa keberkahan yang tak terkira, anak yang shaleh nan sabar. Luar biasa.

(Baca Juga : Belajar Komunikasi dari Nabi Ibrahim)

Ujian Nabi Ibrahim tidak berhenti ketika menunggu seorang anak. Bahkan ketika anak sudah dewasa, ujian bertambah berat. Begitulah orang-orang pilihan Allah. Allah akan selalu menguji dengan beragam ujian. Jadi, kalau kita sedang dapat ujian, itu pertanda bahwa Allah sedang memilih kita untuk dicintainya. Tenang saja, ujian dari Allah tidak akan melampaui batas, kok.

Dalam Ash-Shaffat (37:102) dikisahkan bahwa, maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu.”

(Baca Juga : Belajar Komunikasi Lagi dari Nabi Ibrahim)

Seorang ayah yang baik, yang punya keinginan terhadap anaknya, tidak serta merta memaksakan kehendaknya. Ia mesti berkomunikasi yang baik. Lihatlah komunikasi Ibrahim, ia berkata dengan menceritakan mimpinya. Bukan memerintahkan secara langsung apa keinginannya. Dan diakhiri dengan pertanyaan dan permintaan pendapat. “Bagaimana pendapatmu?”

Ini adalah etika komunikasi terbaik yang dicontohkan seorang ayah. Bisa juga kita sematkan kepada seorang atasan, seorang pimpinan, seorang bos, dan seterusnya. Bahwa ‘perintah’ tidak harus dengan kata-kata perintah. Komunikasi yang baik, akan menghasilkan kerja yang baik yang dikerjakan dengan sukarela. Dan hasilnya luar biasa keren. Kita simak jawaban Ismail.

(Baca Juga : Inilah Lokasi Penyembelihan Nabi Ismail)

Masih dalam Ash-Shaffat (37:102), ia (Ismail) menjawab, wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.

Jawaban Ismail ini sungguh di luar dugaan manusia biasa. Jikalau saja Ismail bukan orang pilihan, mungkin saja berbeda jawabannya. Dan Ismail adalalah orang shaleh nan sabar. Jawaban yang diberikan Ismail untuk Ibrahim adalah tentang komunikasi yang baik. Mari kita pelajari.

Ismail mengatakan bahwa, kerjakan apa yang diperintahkan kepadamu, wahai ayah. Jawaban Ismail ini menggambarkan bahwa ia sangat memahami bahwa mimpi yang diceritakan ayahnya adalah sebuah perintah dari Allah. Padahal belum pernah ada perintah menyembelih anak sebelum dan sesudah kisah ini. Ini pesan spesial untuk Ibrahim dan Ismail.

(Baca Juga : Hidayah di Bulan Ramadhan, Aktris Cantik Ini Resmi Jadi Mualaf)

Komunikasi yang baik akan mendapatkan dampak yang baik pula. Tercermin dari komunikasi Ibrahim dan Ismail. Dan Allah mengatakan bahwa, Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata,” (Ash-Shaffat (37:106). Lalu Allah mengganti Ismail yang disembelih itu dengan seekor sembelihan yang besar (37:107).

Di akhir pesan kisah ini Allah memberikan pujian kepada Nabi Ibrahim. Allah mengatakan, salamun ala Ibrahim, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim. (37:109).

Baiklah, banyak pelajaran yang bisa kita serap dari komunikasi Nabi Ibrahim. Sehingga Ibrahim diberikan pujian sekaligus doa dari Allah Yang Maha Baik. Salam.

Oleh: Deden Mauli Darajat

Penulis adalah Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

(Muhammad Saifullah )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement