Cara Mendekat kepada Takwa

Jum'at 01 Mei 2020 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 01 330 2207795 cara-mendekat-kepada-takwa-yaabSGF7q4.jpg

Pada puasa yang kedelapan ini kita kembali membahas tentang takwa. Sebab Ramadhan adalah bulan di mana berpuasa merupakan kewajiban bagi orang-orang yang beriman.

Sementara tujuan berpuasa dalam QS. Al-Baqarah (2:183) adalah agar menjadi manusia bertakwa. Bagaimana untuk mendekatkan diri kepada takwa?

Disebutkan dalam QS. Al-Maidah (5:8) bahwa, “dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adil lah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Memang mudah bagi kita untuk berlaku adil terhadap orang yang kita kenal dan baik terhadap kita. Ini manusiawi. Namun terkadang ada saja yang menggoda kita untuk berlaku tidak adil, walaupun terhadap orang yang kita kenal lagi baik. Apalagi jika kasusnya berbeda yaitu berlaku adil terhadap orang yang kita benci. Ini mungkin tidak mudah.

(Baca Juga : Jawaban Gus Miftah Atas Isu Kiamat 15 Ramadhan)

Perlu adanya latihan yang keras untuk kita agar bisa berlaku adil terhadap orang yang kita suka maupun kita benci. Jangan sampai kita hanya berlaku adil terhadap orang yang kita suka namun sebaliknya kita berlaku tidak adil terhadap orang yang kita benci.

Membenci juga adalah sifat manusia. Membenci tidak masalah jika tidak diejawantahkan kepada prilaku. Atau dengan bahasa lain, membenci tidak masalah asal tidak dikatakan kepada siapapun dan tidak dilakukan kapanpun secara praksis terhadap orang yang dibencinya.

Maka kemudian ayat tentang bagaimana mendekati takwa yang berikutnya adalah tentang memaafkan. Mari kita simak QS. Al-Baqarah (2:237). Dijelaskan bahwa, pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

Apa hubungannya adil dan memaafkan? Lihatlah baik-baik, Allah meminta kita agar menjadi manusia yang adil kepada siapa pun termasuk kepada orang yang kita benci. Tapi, kan, susah untuk berlaku adil kepada yang kita benci? Maka kemudian Allah memberikan solusi agar kita tidak membenci seseorang yaitu dengan memafkan orang tersebut.

Lalu bagaimana cara yang mudah untuk memaafkan? Dan Allah pun menjawab dengan solusi, yaitu dengan mengingat-ingat kebaikan-kebaikan dan keutamaan-keutamaan orang yang kita benci. Bahwa, tidak ada orang yang sempurna di bawah langit, kecuali para Nabi dan Rasulullah. Dan bahwa manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Maka maafkanlah. Seperti halnya Allah mudah memaafkan dan mengampuni dosa hamba-hambaNya.

(Baca Juga : 3 Level Puasa Menurut Imam Ghazali)

Sahabat yang baik hatinya. Berpuasa dapat dimaknai dengan menahan. Menahan hal-hal yang dilarang oleh Allah. Menahan untuk tidak marah. Menahan untuk tidak membenci. Menahan untuk berbuat maksiat. Menahan untuk berbuat kejahatan.

Dan sebaliknya, di bulan yang penuh berkah ini kita dianjurkan untuk melakukan dan menebarkan kebaikan-kebaiakan. Ini semua agar kita menjadi orang yang bertakwa.

Oleh: Deden Mauli Darajat

Penulis adalah dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya