Menurutnya, puasa menjadi pencapaian yang sangat berharga dan personal bagi dirinya sendiri. Dia merasa jauh lebih damai, serta merasakan cinta yang tidak pernah dia dapatkan dari keluarganya.
“Jadi waktu itu saya memutuskan untuk pindah agama sekitar 3 minggu setelah bulan Ramadhan, tepatnya pada 13 September 2009,” kata Bennet.
Sebelum memeluk Islam, kata Bennet, hari-harinya dipenuhi dengan kesengsaraan, perasaan tidak nyaman, serta permasalahan dan pertengkaran yang tidak berarti. Kedamaian itu akhirnya dia dapatkan setelah melafalkan dua kalimat syahadat.
Di tahun-tahun selanjutnya, wanita berdarah Puerto Rico-Amerika ini mengaku sudah dapat menjalankan ibadah puasa dengan sempurna.
(Dewi Kurniasari)