Hikmah Ramadhan: Muraqabah dan Hidup Mulia

Jum'at 08 Mei 2020 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 330 2210528 hikmah-ramadhan-muraqabah-dan-hidup-mulia-DyzStSyIMI.jpg

Semua manusia ingin hidup mulia, baik di hadapan manusia terlebih di hadapan Allah. Ramadhan adalah bulan untuk meningkatan tatalaku muroqabah kepada Allah yang memiliki segala sumber kemuliaan.

Muroqabah adalah proses transendensi kepada Sang Khaliq dalam bentuk ritual khusus dengan pola melaksakan dzikir sirri dalam upaya mentautkan hatinya kepada Allah SWT.

Kasih sayang Allah kepada hambanya agar hidup mulia dan mendapatkan kemuliaan di akhir hidupnya di bulan Ramadhan ini adalah diturunkannya Lailatul Qodr : Inna Anzalnahufilailatilqodr, Wama Adrokama lailatulqodr, Lailatul qadr hairulminalfissahrin.

Inilah revolusi ibadah yang diberikan Allah kepada hambanya yang apabila mendapatinya seluruh amal kebajikaan sama dengan 1.000 (seribu bulan). Siapa saja yang mendapatinya berarti dia telah mendapatkan malam kemuliaan sehingga hidupnya mulia di hadapan Allah dan juga di hadapan manusia.

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memberi peluang agar manusia itu memperoleh kemuliaan. Kemuliaan harus kita cari dalam hidup sehari-hari. Mengakhiri semua tahapan kehidupan dan berprofesi harus dengan mulia.

Dengan kemuliaan inilah, maka manusia menjadi optimal dalam mendapatkan kesuksesan dan penghargaan. Banyak orang yang sukses hidupnya mulia, tetapi banyak juga orang yang hebat dan sukses namun tidak dihargai oleh orang lain, karena tidak dapat kemuliaan, tidak dapat kasih sayang dari Allah.

Melalui Lailatulqodar, marilah berlomba-lomba menuju kemuliaan Allah, menuju keridhaan Allah, menuju yang dicintai Allah dalam bentuk revolusi yang sangat luar biasa. Kemuliaan ditandai dengan 2 (dua) perilaku, yaitu semakin dekat pada Allah, dan semakin iba kepada sesama manusia.

Jadi kalau orang mendapatkan kemuliaan di malam Lailatulqadar atau sepuluh hari terakhir di bulan suci Ramadhan itu kita buktikan untuk lebih cinta kepada Allah dengan jalan memperbanyak muroqabah.

Kemudian juga ditandai ketika dia sangat ringan tangan untuk membantu orang lain, yang seharusnya juga dilakukan setelah Idul Fitri. Tetapi banyak kita lihat bagaimana orang bersedekah setelah Idul Fitri kembali pelit bukan seharusnya lebih demawan.

Muroqabah kepada Allah memiliki 3 (tiga) tatalaku yang harus secara berkelanjutan dilaksanakan. Pertama, muroqabah af’al yaitu proses ritual dalam hidup manusia di mana perilakunya merasa dan meyakini di lihat oleh Allah. Setiap tatalaku orang yang suluk menuju Allah harus meyakini bahwa Allah mengatahui baik di hati maupun gerak badannya.

Kedua, muroqabah sifat, yaitu setiap orang menjalani ritual dan sesudahnya harus mengakui kesempurnaan sifat dan kesucian Allah. Jadi kesempurnaan dan kesucian Allah inilah yang harus menjadi suritauladan dan yang dituju oleh orang yang mendekatkan diri kepada Allah.

Ketiga, muroqabah ma’iyah, yaitu tatalaku seorang sufi dalam melakukan suluk kepada Allah dan sesudahnya harus meyakini kekuasan Allah atas hambanya. Manusia adalah tidak memiliki kekuatan apapun kecuali diberi kekuatan oleh Allah. Selanjutnya seorang salik harus meyakini bahwa seorang salik hanya Allah yang akan memberi pertolongan dan mendampinginya, wahuwa ma’akum ainama kuntum.

Karena itu yang terpenting bagaimana puncak kemuliaan yang kita raih, tidak saja dalam bulan suci Ramadhan tetapi juga didalam kehidupan sehari-hari. Kemuliaan adalah wujud dari pahala, rewardyang kelihatan. Kalau orang tidak mulia orang tidak akan dihargai oleh orang lain, kalau tidak dimuliakan maka dia akan dihinakan.

Kita takut kalau kita dihinakan oleh manusia apalagi dihinakan oleh Allah SWT. Mari kita kejar kemuliaan menuju keabadian menghadap sang Khalik Allah SWT melalui ritual muraqabah af’al, sifat, dan ma’iyah di bulan Ramadhan dan kita lanjutannya sesudah Idul Fitri secara istiqamah.

Oleh: Ali Masykur Musa

Penulis adalah Ketua Umum PP ISNU dan Mursyid Thariqah Naqshabandiyah Khalidiyyah, Pesantren Pasulukan Al-Masykuriyyah, Condet, Jakarta.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya