Hikmah Ramadhan: Fastabikhul Khoirot di Tengah Pandemi Corona

Sabtu 09 Mei 2020 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 09 330 2211591 hikmah-ramadhan-fastabikhul-khoirot-di-tengah-pandemi-corona-SSGtSDx6Tp.jpg

Seluruh umat Islam di dunia sedang menjalani ibadah Ramadhan yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Adanya pandemi virus corona baru (Covid-19) ini telah memberikan pelajaran kepada kita semua bahwa segala makhluk adalah hasil penciptaan Allah azza wa jalla.

Di seluruh muka bumi ini sudah 3.6 juta lebih manusia telah terjangkit virus mematikan. Wabah ini juga telah mengakibatkan kematian sebanyak 254 ribu lebih orang. Di momentum Ramadhan ini tentu pandemik global ini menjadi jalan (thoriqoh) kita semua untuk lebih mendekatkan diri (taqorub) kepada Allah yang maha segalanya.

Atas setiap penciptaan-Nya itu pasti memiliki hikmah untuk menjadi bahan perenungan setiap umatnya. Bahwa segala penciptaan di langit dan bumi itu memiliki tujuan yang benar, karena Allah adalah tuhan yang maha perkasa sekaligus maha pengampun. Dalil itu termaktub dalam firman Allah Qs Az Zumar ayat 5.

QS, Az Zumar:5 berbunyi: Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Seluruh umat muslim termasuk di Indonesia tidak boleh berputus asa. Kita harus menghadapi wabah ini dengan pikiran dan prasangka baik (khusnudzon), melakukan segala sesuatu hanya untuk menjemput rahmat dan ridho Allah azza wajalla.

Sebagai umat yang beragama, menghadapi wabah ini kita harus tadabbur, menelaah secara mendalam dan kemudian refleksi untuk melakukan tindakan hidup yang konkret. Tindakan yang merepresentasikan asal usul ruh, jiwa, nafas dan semangat jihad sebagai seorang muslim.

Dalam konteks tindakan nyata, kiranya tepat kita membumikan kebaikan di tengah wabah yang telah memporak-porandakan segala sendi kehidupan, baik sendi politik, ekonomi, sosial, budaya dan kemasyarakatan.

Berbagai masalah telah muncul saat ini, mulai jutaan pengangguran karena menjadi korban pemutusan hubungan kerjanya (PHK). Matinya usaha akibat pemberlakukan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) dan berbgai fakta lain yang terang berefek terhadap kehidupan ekonomi masyarakat.

Bagaimanapun wabah ini harus menjadikan kita insan yang lebih bertakwa, memburu keberkahan ilahiyah dengan aksi-aksi sosial secara kolektif. Mengerahkan segala daya pikir, usaha dan untuk menebar kebaikan.

Berulang kali saya sering menyitir potongan QS Al Maidah ayat 2, tentang perintah Allah kepada kita untuk saling tolong menolong. “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksaannya.” (QS Al Maidah;2).

Ayat ini harus kita resapi hingga relung qolbu. Aksi tolong-menolong menjadi salah satu gerakan yang perlu dilakukan pada saat ini. Mengapa? karena dengan saling tolong menolong, bersatu padu, segala kesusahan yang kita hadapi akan menjadi ringan.

Kita harus menjadi agen kebaikan baru, menjadi bagian dari solusi atas segala masalah yang terjadi akibat wabah mematikan ini. Di tengah masyarakat yang saat ini mulai putus asa, kebingungan, kehilangan mata pencaharian, sudah sangat tepat apabila kita semua menjadikan kondisi sulit ini dengan menciptakan kemudahan-kemudahan baru.

Janji Allah di dalam setiap kesulitan, juga akan dibarengi dengan setiap kemudahan. (QS Alinsyiroh:5: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan).

Momentum Ramadhan tahun ini harus betul-betul menjadi pengalaman hidup yang istimewa. Bentuknya adalah kita melakukan tajdid (pembaharuan) cara, pembaharuan diri menjadi lebih sungguh-sungguh dalam membantu umat manusia.

Kita harus bersama-sama melakukan revolusi sosial dalam kehidupan masyarakat. Mengamalkan ajaran agama Islam dengan saling asuh antar tetangga, kelompok fakir miskin dan anak yatim. Seluruh umat muslim harus ber-Fastabiqul khoirot (berlomba-lomba menebar kebaikan), menjemput cinta kasih Allah dengan memeberi pertolongan kepada sesama umat manusia.

Akhir kalimat, mari kita jemput rahasia atas anugerah wabah Covid-19 ini. Kita harus haqqul yakin ada hikmah luar biasa yang bisa kita petik. Menjemput Cinta Allah dengan merevolusi diri, meningkatkan energi berbuat baik kepada seluruh umat manusia.

Oleh : Sunanto

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya