Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alquran Bukan Bacaan Biasa

Alquran Bukan Bacaan Biasa
A
A
A

Penamaan Alquran sebagai kitab sebagai gambaran bahwa pedoman kehidupan ini telah tertera secara tulisan dalam kaedah-kaedah alam. Bukankah alam ini menjadi pelajaran tertulis bagi umat manusia.

Tuhan telah meletakkan banyak perumpamaan dalam kehidupan umat manusia dimulai dari proses penciptaan 7 susun langit dan bumi sampai penciptaan manusia dalam bentuk saripati atau hingga pelajaran berharga dari kerusakan alam akibat tangan-tangan jahil manusia. Semuanya sudah dimaktubkan dalam bahasa alam lalu dituliskan dengan bahasa tinta (makna dulunya) oleh sahabat pada masa Rasulullah SAW dalam bentuk tulisan di atas kulit-kulit binatang, pelepah korma dan lainnya.

Mushaf yang kita baca saat ini sesungguhnya jasa besar Usman bin Affan ketika diangkat sebagai khalifah ketiga. Pada masa itu, muncul banyak keresahan bahwa kalau tidak dituliskan Alquran , maka akan hilang ditelan oleh masa.

Sesungguhnya pengumpulannya sudah terjadi pada 2 masa kekhalifahan sebelumnya, Abubakar Ashshiddiq dan Umar bin Khattab. Upaya penulisan diusahakan oleh Usman bin Affan dengan membentuk tim penulis yang diketuai Said bin Tsabit. Tim inilah yang kemudian menuliskan sebanyak 6 kitab dan dikirimkan ke negeri-negeri muslim.

Alquran pada masa awalnya belum berharakat sebagaimana hari ini. Upaya memberikan harakat dan mencetak yang lebih banyak dan lebih baik dilangsungkan pada pemerintahan Dinasti Umaiyyah sekitar 30 tahun setelah meninggalnya Nabi Muhammad SAW. Peletakan surah-surah dan susunan ayatnya sebagaimana hari ini dengan 114 surah dari Al Fatihah hingga surah Annas sebelumnya sudah seringkali disampaikan oleh Rasulullah SAW dan didengarkan oleh banyak sahabat.

Alquran juga bermakna Al Huda, petunjuk. Menunjukkan kepada pembacanya bahwa Alquran adalah kumpulan petunjuk, perintah dan larangan, janji dan ancaman, perumpamaan-perumpamaan (imtitsal), sejarah kehidupan umat-umat terdahulu dan prinsip-prinsip kehidupan di masa depan.

Kesemuanya agar menjadi pedoman hidup bagi umat manusia. Nabi melangsir bahwa telah kutinggalkan 2 pusaka bagi kalian dan barang siapa yang berpegang pada keduanya, maka akan selamatlah dia. Dua pusaka itu adalah kitaballah wasunnata rasuulihi (Alquran dan hadits nabi Muhammad SAW).

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement