Lebih lanjut, Syaikh Abdulkarim Al-Khudhair menerangkan tentang kebahagiaan orang yang berbuka puasa:
فرحة عند فِطْرِهِ يعني في الإنسان جِبِلَّة خِلْقَة إذا قُدِّم الفُطُور ينتظر أذان المغرب، ويبدأ، يفرح هذا موجُود عند النَّاس كُلِّهم
Artinya: "Bahagia saat berbuka, maknanya adalah naluri manusia ketika dihidangkan bukaan, dia menunggu azan, lalu dia mulai menyantap menu buka puasa. Kebahagiaan semacam ini ada pada semua orang,"
Nabi Muhammad SAW pun meminta kepada seluruh umatnya agar menyegerakan berbuka puasa, sebagaimana dalam riwayah hadist, dari Sahl bin Sa’ad RA Rasulullah bersabda:
لاَيَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
Artinya: "Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka" (HR Bukhari dan Muslim).
(Dewi Kurniasari)