Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kelaparan, Tradisi Berbagi dan Kembali ke Masjid

Kelaparan, Tradisi Berbagi dan Kembali ke Masjid
Gerakan Kembali ke Masjid Harus Jadi Garda Depan Melawan Kemiskinan (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Cerita soal meninggalnya seorang Ibu di Serang, Banten, yang diduga karena kelaparan, membuat miris banyak orang. Meski belakangan kabar tersebut dibantah oleh pihak keluarganya, namun tetap saja kejadian tersebut harus menjadi perhatian kita semua.

Rasulullah bersabda: “Tidaklah beriman kepada-Ku orang yang tidur dalam keadaan kenyang. Sedang tetangganya kelaparan sampai ke lambungnya. Padahal ia (orang yang kenyang) mengetahui,” (HR. Ath-Thabrani).

Kelaparan dan kemiskinan, dalam pandemi Covid-19 menjadi ancaman global. Dalam riset terbarunya, SMERU Research Institute menyatakan bahwa dalam skenario terberat akibat pandemi Covid-19, angka kemiskinan di Indonesia pada Maret 2020 diproyeksi naik hingga 12,4 persen. Jumlah penduduk miskin di seantero negeri pun bertambah menjadi 33,24 juta orang, bertambah 8,5 juta orang miskin baru.

Data tersebut harus dilihat sebagai peringatan awal agar kita lebih waspada. Data tersebut jangan disikapi dengan penuh pesimis. Kita harus tetap optimis. Sesulit apapun keadaannya, kalau dilakukan secara bersama-sama maka akan mudah dilalui. Syaratnya cuma satu, kita harus mau berbagi dengan sesama.

Soal berbagi ini, Turki punya cerita

Di negeri yang terkenal dengan kebabnya itu, ada kebiasaan yang mungkin bisa kita contoh. Yaitu, kebiasaan menitipkan sebagain roti kepada penjual roti untuk diberikan kepada siapapun yang datang ke tokonya dan tidak memiliki uang untuk membeli. Tradisi yang disebut Askida Ekmek (roti di gantungan) atau roti yang ditangguhkan, sudah terjadi dan dilakukan berabad-abad lamanya di negara tersebut.

Biasanya, orang yang ingin sedekah, pergi ke toko roti. Pada saat membayar, ia menyampaikan bahwa kelebihan dari pembayaran (misalnya dia membayar 4 roti tetapi hanya diambil 2 roti) untuk Askida Ekmek.

Selanjutnya sama penjualnya, kontribusi dua roti tersebut akan dikantongi dan digantung bersama sedekah orang lain dalam sebuah keranjang gantung. Apabila ada orang yang datang pada hari itu dan bertanya apakah ada roti di keranjang? (askida ekmek var mi?), lalu penjual tersebut mengambil roti di keranjang yang digantung tersebut secukupnya secara gratis untuk diberikan kepada orang tersebut.

Biasanya, orang yang sedang membutuhkan tersebut tidak akan mengambil melebihi dari yang dibutuhkan. Bahkan apabila penjual tokonya memberi lebih, mereka akan menyampaikan bahwa ini berlebihan untuk dirinya, dan siapa tahu ada orang lain pada hari itu yang juga membutuhkan roti tersebut.

Suatu hari, apabila orang yang tadinya mendapatkan roti gratis tersebut memiliki rezeki lebih, maka dia juga akan melakukan hal yang sama, yaitu membeli roti dan sebagiannya akan di askida ekmek-kan untuk orang lain. Dengan demikian, tidak ada orang yang kelaparan di lingkungan mereka.

Cerita berbagi dengan sesama di Turki tersebut, bisa kita contoh untuk menghindarkan adanya orang yang kelaparan di lingkungan kita. Misalnya, masing-masing dari kita membiasakan diri apabila ada rezeki, membeli nasi 2 bungkus, namun yang diambil hanya satu bungkus. Sisa uang satu bungkus disimpan oleh penjual nasi, lalu penjual nasi menulis di papan atau kaca depan warungnya: “ada satu nasi bungkus gratis bagi yang membutuhkan.”

Bayangkan kalau dalam sehari ada 10 orang yang bersodaqoh masing-masing 1 nasi bungkus. Maka hari itu, di warung itu, ada 10 nasi bungkus gratis. Model sedekah seperti ini, akan memudahkan bagi orang yang mau berbagi rezeki menemukan orang yang betul-betul membutuhkan makanan. Selain itu, model sedekah seperti ini juga akan menghindarkan pemberi sedekah dari sifat riya’.

Mengapa? Sebab antara pemberi dan yang menerima tidak bertemu secara langsung. Penerima makanan tersebut tidak tahu siapa yang hari itu begitu baik memberinya makan. Begitu juga sebaliknya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement