Berdiam Diri di Rumah saat Lailatul Qadar Bisakah Disebut Iktikaf? Ini Jawaban Ustadz

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 13 Mei 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 13 330 2213597 berdiam-diri-di-rumah-saat-lailatul-qadar-bisakah-disebut-iktikaf-ini-jawaban-ustadz-Mf2ZM1l96a.jpg Ilustrasi. (Freepik)

PADA 10 hari terakhir Ramadhan, sebagian umat Islam biasanya melakukan iktikaf di masjid, atau berdiam diri dengan tujuan untuk beribadah. Namun di saat pandemi virus corona (COVID-19), sementara masjid-masjid ditutup, karena untuk menghindari penularan penyakit tersebut.

Oleh karenanya, setiap muslim diminta untuk beribadah di rumah selama pandemi corona, termasuk iktikaf. Tapi apakah benar disebut iktikaf jika dilakukannya hanya di rumah bukan masjid seperti pada umumnya?

muslim

Sekretaris Dewan Keluarga Masjid (DKM), Masjid El Syifa Ciganjur, Ustadz Hadi Saifullah mengatakan, jika mengacu kepada kitab-kitab fikih, maka yang disebut iktikaf itu dilakukan di masjid. Malah ada juga pendapat, salah satu imam Mazhab yang mengatakan harus di masjid jami, tidak boleh di musholla.

"Maka berdiam di rumah tidak bisa disebut iktikaf secara syari, tapi hanya secara bahasa saja karena iktikaf artinya berdiam," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (13/5/2020).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lebih lanjut, namun jika ada pengecualian untuk ibadah yang memang dapat dilakukan di mana saja. Sementara iktikaf para ulama sudah menentukan, tempatnya hanya di masjid. "wAllohu a'lam," katanya.

Sementara itu, Pengajar di Pondok Pesantren Annuriyah, Kaliwining, Rambipuji, Jember, Jawa Timur, Ustadz M Ali Zainal Abidin berpendapat, ketika dalam kondisi saat ini yaitu adanya wabah penyakit itikaf cukup di ruangan yang dikhususkan untuk sholat. Ruangan tersebut juga terdapat di rumah atau yang biasa disebut dengan istilah masjid al-bait.

Selain itu, melaksanakan ibadah itikaf di dalam ruangan di rumah yang dikhususkan untuk sholat hukumnya boleh dan sah. Dilakukan bagi perempuan menurut pandangan Imam Abu Hanifah dan qaul qadim (pendapat lama) Imam Syafii.

Sedangkan bagi laki-laki juga sah dan diperbolehkan, hal ini merujuk kepada menurut pandangan sebagian ulama mazhab Syafii, dengan mengikut pada nalar.

"Jika sholat sunnah saja yang paling utama dilakukan di rumah, maka itikaf di rumah semestinya bisa dilakukan," terangnya.

Pandangan dibolehkannya itikaf di ruangan sholat yang terdapat di rumah, baik bagi laki-laki dan perempuan rupanya juga diusung oleh sebagian ulama mazhab Maliki.

Maazhab lainnya yaitu Imam Hanafi, Ibnu Abidin menerangkan tentang ruangan di dalam rumah yang diperuntukkan untuk sholat, serta diperkirakan dengan ruanganan tersebut terdapat mihrab (tempat pengimaman), bersih dan wangi, sebagaimana tempat-tempat yang digunakan untuk ibadah sholat pada umumnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya