Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tausiyah Ramadhan: Jujur Itu Hebat, Mulia dan Membahagiakan

Tausiyah Ramadhan: Jujur Itu Hebat, Mulia dan Membahagiakan
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron
A
A
A

Paginya Khalifah Umar memanggil puteranya, Ashim bin Umar. Umar menceritakannya tentang kejujuran gadis penjual susu itu. "Anakku lamarlah gadis itu sebagai istrimu. Ayah mengagumi kejujurannya. Zaman sekarang sulit mencari gadis jujur, Ia tidak takut manusia dan khalifah, tapi ia yaqin dan takut pada penglihatan Allah," kata Khalifah Umar. Tak lama, Ashim melamar gadis itu. 

Betapa terkejut ibu dan anak perempuan itu dengan kedatangan putera khalifah. Dengan penuh Tanya ibu penjual susu bertanya, ada salah apa Pangeran ? 

Putera khalifah tersenyum lalu mengutarakan maksud kedatangannya hendak menyunting anak gadisnya. "Bagaimana mungkin? Tuan adalah seorang putera khalifah, tidak selayaknya menikahi gadis miskin seperti anakku?" tanya ibu dengan perasaan ragu. 

Asyim bercerita bahwa ayahnya mengetahui kejujuran anak gadisnya, yang menolak untuk mencampur susu dengan air. Ayah ku, mengagumi kejujuran anak gadis mu, begitu Asyim menjelaskan. Ayahnya pada malam itu berkeliling memeriksa rakyat dan mendengar pembicaraan kalian. 

Pernikahan berlangsung keduanya kemudian hidup penuh bahagia dan terhormat. Dari pernikahan tersebut, Ashim dengan gadis mulia itu dan dikaruniai putri bernama Ummu Ashim. Wanita ini lalu dinikahi oleh Khalifah Abdul Aziz bin Marwan. Dari pernikahan itu lahir seorang anak laki-laki yang kemudian menjadi khalifah dan pemimpin bangsa Arab, yakni Umar bin Abdul Aziz. 

Inilah kisah kejujuran, semoga meyakinkan kita semua, bahwa jujur itu hebat dan membahagiakan, tidak benar bahwa jujur itu memiskinkan dan menyulitkan. Korupsi yang merupakan bentuk ketidakjujuran sungguh perbuatan yang memalukan, menghinakan tidak saja pelaku, tapi anak cucu, keluarga bahkan kerabat kita terhina karenanya. 

Ketidakjujuran terbukti menghinakan baik diri, keluarga maupun kerabat. Puasa Ramadhan adalah pelatihan kejujuran yang akan menghebatkan kita di hadapan Allah maupun dikehidupan kita di dunia. Manusia, masyarakat dan bangsa yang jujur adalah bangsa yang Unggul dan Maju, sebaliknya jangan harap Unggul dan Maju jika Indonesia masih penuh ketidakjujuran. 

Oleh : Nurul Ghufron 

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI

(Muhammad Saifullah )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement