Sebagai Hamba Allah yang ingin mendapatkan predikat Taqwa, maka hendaknya terbangun kesadaran yang tulus dalam menjaga lingkungan kita. Puasa akan mengantarkan manusia menjadi sadar akan lingkungannya. Senantiasa takut kepada ancaman dan murka Allah SWT. Orang yang berpuasa akan meyakini bahwa Allah tidak menyerupai segala sesuatu, ada tanpa tempat dan arah.
Orang yang berpuasa akan memiliki pondasi keimanan yang kuat. Menjadi manusia yang “ULUL ALBAB”. Ulul Albab adalah orang yang berakal, disebut ulul albab, karena mereka adalah orang yang menggunakan akalnya dan akal adalah yang menjadi pengikat bagi manusia agar dia tidak melakukan tindakan yang melanggar aturan atau tindakan memalukan.
Puasa menjadikan manusia sebagai pemikir yang meyakini bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Pemikir yang tidak mudah mengafirkan orang lain, pemikir yang senantiasa dan selalu bersikap dan berperilaku tidak merugikan orang lain. Memiliki kebiasaan mengontrol diri di setiap tindakan. Selalu berhati-hati dalam memutuskan dan melakukan sesuatu. Memiliki sikap rela berkorban dan tolong menolong dalam hidupnya.
(Baca Juga : Doa Malam Lailatul Qadar, Baca 1.000 Kali)
Puasa mengajarkan kepada kita untuk peka dan peduli terhadap lingkungan kita. Kepedulian lingkungan dapat diwujudkan dengan berbagai bentuk tindakan dan perilaku sosial, seperti : menolong sama masyarakat dan juga membantu masyarakat disekitar kita. Ditengah wabah corona ini, sikap peduli lingkungan amatlah dibutuhkan. Dengan demikian, Insya Allah puasa kita akan menjadi perisai dari perbuatan dosa dan perbuatan sia-sia.
Rasulullah SAW bersabda : “Puasa merupakan perisai dari perbuatan yang sia-sia dan dosa. Jika salah seorang dari kalian berpuasa, janganlah ia berkata cabul dan bertengkar, dan jika ada orang yang mencelanya atau mengajaknya berkelahi hendaklah dia berkata: sesungguhnya saya berpuasa."
Akhirnya, melalui puasa Ramadhan ini, mari jadikan diri kita sebagai pribadi yang berperilaku lingkungan yang bertanggungjawab. Pribadi yang mampu mencontoh perilaku Rasulullah SAW. Seraya berdoa semoga Allah SWT senantiasa menjadikan amal ibadah Ramadhan kita sebagai bekal hidup diakhirat kelak. Dan semoga Allah SWT menjauhkan kita dari siksa api neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah : "Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah kecuali Allah menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun." (Muttafaqqun 'Alaih).
Wallahu A’lam.

Oleh : Dr. H. Muhammad Faesal, MH., M.Pd
Ketua PP ISNU, Dosen Fakultas Ekonomi Ibnu Chaldun Jakarta
(Muhammad Saifullah )