MUI: Fatwa Takbir dan Sholat Id untuk Menjawab Pertanyaan Masyarakat

Rizka Diputra, Jurnalis · Senin 18 Mei 2020 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 614 2216008 mui-fatwa-takbir-dan-sholat-id-untuk-menjawab-pertanyaan-masyarakat-nKrWP5kp3M.jpg Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh. (Foto: Youtube BNPB Indonesia)

SEKRETARIS Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr Asrorun Niam Sholeh mengatakan pihaknya baru saja menyusun panduan melaksanakan Sholat Idul Fitri 1441 Hijriah di tengah pandemi corona virus disease (covid-19).

Hal tersebut, kata dia, tertuang dalam Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang takbir dan Sholat Idul Fitri. Fatwa ini disusun dalam rangka menjawab pertanyaan masyarakat guna melaksanakan takbir dan hari raya Idul Fitri.

Baca juga: Melihat Warung Sedekah yang Sediakan Sayuran dan Bumbu Gratis 

"Ada tujuh bagian dalam panduan ini. Sholat Idul Fitri sunah yang sangat dianjurkan. Solat idul fitri bisa di lapangan, di luar, maupun di rumah," jelasnya dalam konferensi pers melalui akun Youtube BNPB Indonesia, Senin (18/5/2020).

Ia melanjutkan, pada malam Idul Fitri diharapkan setiap Muslim menghidupkan takbir dan tahmid ke hadirat Allah Subhanahu wa ta'ala.

Ilustrasi Sholat Id. (Foto: Istimewa)

Lalu terkait pelaksanaan Sholat Id, jelas Asrorun, jikalau memilih di luar rumah, situasinya haruslah sudah terkendali. Salah satunya angka sudah menurun, tidak berkerumun berdasarkan otoritas.

"Kemudian kondisi kedua di kawasan tersebut terkendali. Seperti di kawasan perdesaan yang terisolasi, atau di tempat sepi, tidak ada yang kena. Sholat boleh di rumah terutama bagi yang ada di kawaasan covid belum terkendali," paparnya.

Lalu terkait khutbah, tambah dia, bisa dilaksaanakan di rumah, di masjid, atau tanah lapang. Jadi secara rinci takbir 9 kali, baca hamdallah.

Baca juga: Mengubur Mimpi Lebaran Bersama Keluarga di Tengah Pandemi Corona

Selanjutnya ia menjelaskan tata cara pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1441 Hijriah ketika masa pandemi corona, yakni:

Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah

1. Sebelum shalat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. Shalat dimulai dengan menyeru "ash-shalâta jâmi‘ah", tanpa azan dan iqamah.

3.Memulai dengan niat shalat idul fitri, yang jika dilafalkan berbunyi:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لله تعالى

“Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

4. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.

5. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

6. Membaca Surah Al Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

7. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

8. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri ( takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ.

9. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

10. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

11. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Panduan Kaifiat Khutbah Idul Fitri

1. Khutbah ‘Id hukumnya sunnah yang merupakan kesempuranaan shalat idul fitri.

2. Khutbah ‘Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

3. Khutbah pertama dimulai dengan takbir sebanyak sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua dimulai dengan takbir tujuh kali.

4. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Membaca takbir sebanyak sembilan kali

b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله

c. Membaca shalawat Nabi, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد

d. Berwasiat tentang takwa.

e. Membaca ayat Alquran.

5. Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Membaca takbir sebanyak tujuh kali.

b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله

c. Membaca shalawat nabi saw, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد

d. Berwasiat tentang takwa.

e. Mendoakan kaum muslimin.

Ilustrasi sholat. (Foto: Istimewa)

Ketentuan Sholat Idul Fitri di Rumah

1. Sholat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri.

2. Jika shalat Idul fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:

a. Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum.

b. Kaifiat shalatnya mengikuti ketentuan angka III (Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah) dalam fatwa ini.

c. Usai shalat Id, khatib melaksanakan khutbah dengan mengikuti ketentuan angka IV dalam fatwa ini.

d. Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan shalat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat idul fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.

3. Jika shalat Idul fitri dilaksanakan secara sendiri ( munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:

a. Berniat niat shalat idul fitri secara sendiri.

b. Dilaksanakan dengan bacaan pelan ( sirr).

c. Tata cara pelaksanaannya mengacu pada Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah dalam fatwa ini.

d. Tidak ada khutbah.

Panduan Takbir Idul Fitri

1. Setiap Muslim dalam kondisi apapun disunnahkan untuk menghidupkan malam idul fitri dengan takbir, tahmid, tahlil menyeru keagungan Allah SWT.

2. Waktu pelaksanaan takbir mulai dari tenggelamnya matahari di akhir ramadhan hingga jelang dilaksanakannya shalat Idul Fitri.

3. Disunnahkan membaca takbir di rumah, di masjid, di pasar, di kendaraan, di jalan, di rumah sakit, di kantor, dan di tempat-tempat umum sebagai syiar keagamaan.

4. Pelaksanaan takbir bisa dilaksanakan sendiri atau bersama-sama, dengan cara jahr (suara keras) atau sirr (pelan).

5. Dalam situasi pandemi yang belum terkendali, takbir bisa dilaksakan di rumah, di masjid oleh pengurus takmir, di jalan oleh petugas atau jamaah secara terbatas, dan juga melalui media televisi, radio, media sosial, dan media digital lainnya.

6. Umat Islam, pemerintah, dan masyarakat perlu menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil saat malam idul Fitri sebagai tanda syukur sekaligus doa agar wabah COVID-19 segera diangkat oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.

Ilustrasi sholat. (Foto: Freepik)

Amaliah Sunnah Idul Fitri

Pada hari Idul Fitri disunnahkan beberapa amaliah sebagai berikut:

1. Mandi dan memotong kuku

2. Memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian

3. Makan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri

4. Mengumandangkan takbir hingga menjelang shalat.

5. Melewati jalan yang berbeda antara pergi dan pulang

6. Saling mengucapkan selamat (tahniah al-id) antara lain dengan mengucapkan تقبل الله منا و منكم

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya