Kisah Umat Katolik Bantu Pesantren di Tengah Wabah Corona

Selasa 26 Mei 2020 03:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 25 614 2219447 kisah-umat-katolik-bantu-pesantren-di-tengah-wabah-corona-HT498F7mJ9.JPG Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang berbagi bantuan ke sejumlah pondok pesantren di Semarang dan Demak (Foto: Ist)

WABAH virus corona atau Covid-19 berdampak luas bagi kehidupan manusia. Positifnya, pandemi global ini justru menjadi momentum untuk membantu sesama dalam situasi serba prihatin saat ini. Seperti yang dilakukan Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, Jawa Tengah.

Mereka membagikan kebutuhan pangan ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Pesantren yang disasar ialah Pesantren Roudhotus Sholihin, Sayung, Demak dan warga Desa Loireng di kampung sekitar pesantren tersebut.

Selanjutnya, adapula Ponpes dan Panti Asuhan Darul Yatim di Sayung, Demak, Rumah Singgah Anak Aira Semarang, dan Ponpes/Panti Asuhan Kyai Ageng Majapahit Semarang.

Baca juga: Makna Kesabaran di Tengah Pandemi Corona

Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, Romo Eduardus Didik Chahyono SJ berujar bahwa aksi peduli sesama ini adalah bagian tak terpisahkan dari gerakan bersama secara spiritual yang baru dilaksanakan.

“Aksi ini sebagai perwujudan pemenuhan hukum cinta kasih yang tertuang pada Injil Matius 22:37-40, Markus 12:28-34, dan Lukas 10:25-28. Hukum kasih itu mencakup perintah mengasihi Allah dan sesama, supaya semua orang saling mengasihi seperti Kristus telah mengasihi kita,” kata Romo Didik, melansir Sindonews, Senin (25/5/2020).

Ilustrasi

Menurutnya, aksi peduli kasih ini juga bertujuan mewujudkan solidaritas dalam mengatasi wabah Covid-19.

“Kita mengetahui bahwa virus corona ini tidak hanya menyerang orang-orang yang terpapar secara kesehatan, namun juga berdampak bagi orang lain sehingga ada yang terpapar secara sosial, ekonomi, Pendidikan dan lain-lain,” katanya.

Baca juga: Corona Mereda, Masjid-Masjid di Italia Mulai Dibuka

"Kami berharap dapat membangkitkan rasa pengharapan dalam diri saudara-saudari kami bahwa kami ada bersama anda semua di tengah situasi yang sulit ini. Sebagai sesama saudara sebangsa dan makhluk ciptaan Tuhan, sudah sewajarnya kita saling memperhatikan dan membantu,” imbuh Romo Didik.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara itu, pengasuh Ponpes Roudhotus Solihin, KH. Muhammad Abdul Qodir mengaku terharu sekaligus bahagia atas kepedulian umat lintas agama, khususnya umat Katolik yang diwakili Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang.

“Di tengah pandemi Covid-19, kita sebagai umat manusia tetap dapat saling memperhatikan dan membantu. Kami akan bagikan bantuan untuk warga RT di desa Loireng yang terdampak sosial ekonomi karena Covid-19. Kami berharap warga dapat merasakan indahnya persaudaraan lintas agama dengan saudara sebangsa dan setanah air,” kata Kiai Abdul Qodir.

Pada kegiatan ini Tim Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang turut melibatkan sejumlah pihak di antaranya Setyawan Budi selaku Koordinator Persaudaraan Lintas Agama Kota Semarang, Bambang Permadi dari aliran Kepercayaan Komunitas dan Trijaya dari tim relawan saling jaga Gusdurian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya