Ketika Rasulullah Kena Prank Sahabat

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 27 Mei 2020 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 27 614 2220180 ketika-rasulullah-kena-prank-sahabat-ToBSc72Is3.JPG Ilustrasi (Foto: Ist)

NABI Muhammad SAW terkenal sebagai Nabi yang sangat rendah hati. Ia begitu dekat dengan para sahabatnya dan sering melempar senyum sebagai penyejuk suasana.

Keramahan Rasulullah ini tentu harus kita teladani. Betapa luhurnya budi pekerti beliau, masih mau bersenda gurau dengan para sahabat sekalipun ia pemimpin tertinggi umat di dunia dan akhirat.

Baca juga: Mencari Misi Hidup dari Kisah Nabi Muhammad SAW

Dilansir dari About Islam, Rabu (27/5/2020), dalam suatu riwayat bahkan dikatakan Rasulullah pernah melempar lelucon kepada seorang wanita tua. Jadi, ketika itu Rasul didatangi seorang perempuan tua yang meminta fatwa dan beliau mengatakan padanya:

"Wanita tua tidak akan masuk surga." Mendengar perkataan Rasul seperti itu, wanita tua pun menangis sambil pergi menjauhi Rasul. Sebelum akhirnya semakin jauh, Rasul pun melanjutkan penjelasannya dengan kalimat, "Wanita tua akan menjadi muda kembali sebelum akhirnya masuk surga," kata Rasul. (Shama'il Muhammadiyah, 230).

Nah, selain suka bergurau, Rasul ternyata pernah kena "prank" sahabatnya sendiri, prank tersebut datang dari Nuayman. Sosok sahabat ini memang terkenal usil dan jahil.

Ilustrasi

Jadi, suatu ketika Nuayman pergi ke pasar dan melihat ada makanan yang begitu lezat. Ia pun berniat memberikan makanan tersebut kepada Baginda Rasulullah sebagai hadiah.

Nuayman pun membawa makanan itu ke rumah Rasul. Setibanya di rumah Rasul, Nuayman langsung memberikan makanan itu dan mengatakan pada beliau bahwa itu adalah hadiah darinya. Rasul pun begitu bahagia menerima hadiah tersebut. Makanan itu kemudian dimakan Nabi dan keluarganya.

Baca juga: Mengapa Rasulullah Ambil Jalan Berbeda saat Pergi & Pulang Sholat Idul Fitri?

Namun, tiba-tiba penjual makanan datang ke Nuayman untuk menagih bayaran dari apa yang ia beli. Ya, Nuayman belum membayar makanan yang diberikan kepada Rasul. Kepada si penjual, Nuayman berkata, "Datangilah Nabi Muhammad. Dia dan keluarganya yang memakan makanan tersebut," kata Nuayman.

Si penjual pun mendatangi Rasulullah dan benar saja dia melihat Rasul dan keluarga tengah memakan makanan pemberian Nuayman. Si penjual pun menagih bayaran kepada Nabi. Lalu Nabi berkata pada Nuayman, "Tidakkah kau memberikan ini kepadaku sebagai hadiah?".

Nuayman pun membenarkan hal tersebut. "Iya benar," jawabnya. Tapi, kemudian dia melanjutkan perkataannya, "Saya pikir Rasul akan menyukai makanan tersebut dan saya ingin sekali Rasul memakan makanan itu, makanya saya memberikan pada Rasul. Tapi, saya tak punya uang (dirham) untuk membayarnya. Jadi, bayarlah makanan itu ya Rasulullah," terang Nuayman.

Bukannya kesal dan marah, Rasulullah malah meresponnya dengan tawa ramah begitu juga sahabatnya yang tengah berada di rumah itu. Setelah itu, Nabi pun membayar hadiah yang sejatinya tidak pernah ia minta sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini