Idul Fitri, Momentum Berbagi kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

Rabu 27 Mei 2020 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 27 614 2220368 idul-fitri-momentum-berbagi-kepada-masyarakat-terdampak-covid-19-yu0ryI1cZu.JPG Pemberian bantuan bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 (Foto: JIC)

AKSI solidaritas terhadap sesama dilakukan Jaringan Lintas Iman Tanggap Covid-19 (JIC). Mereka menyerahkan bantuan senilai lebih Rp1,5 miliar kepada 5.587 masyarakat terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Sekretaris JIC, Desiana Samosir mengungkapkan, virus corona bisa menyerang siapa saja tanpa melihat suku, agama, atau latar belakang. Sehingga penting untuk berbagai kelompok agama bersatu membantu masyarakat terdampak.

"Jadi kalau mau selamat bersama, ya harus menolong sesama juga. Jadi bersama-sama keluar dari situasi bencana, tanpa hanya menyelamatkan kelompok sendiri," kata dia, mengutip laman VOA Indonesia, Rabu (27/5/2020).

Pihaknya lanjut Desiana telah menyalurkan bantuan di 53 titik di 14 kabupaten/kota di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat sepanjang April-Mei. Bantuan senilai lebih dari Rp1,5 miliar digalang dari berbagai sumber.

Di samping sumbangan pribadi dan lembaga, JIC menyalurkan dana Sobat Ambyar, yang digalang mendiang penyanyi Didi Kempot saat konser amal di sebuah stasiun televisi swasta nasional.

Baca juga: Banyak Orang Masuk Islam Selama Pandemi Covid-19

Menurut dia, semangat persatuan ini harus ditunjukkan, mengingat masih ada isu bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang berkembang di masyarakat.

"Kita menyadari banyak hal di Indonesia ini terjadi karena perbedaan dan kecurigaan. Maka kita mau kehadiran spirit kemanusiaan ini juga membawa pesan lain," ujar dia.

"Karena kalau kita, misalnya, dari gereja saja membantu internal kita, terus kelompok lain juga begitu, jangan-jangan ada yang terlewat. Kalau ini kan kita melihat orang-orang yang dekat yang kita lihat sehari-hari, mungkin ini jangkauannya lebih luas, daripada kalau sendiri-sendiri," tuturnya.

Pembagian Bantuan

Sedangkan bagi Anggi Sanjaya dari Pemuda Agama Konghucu Indonesia (PAKIN) Jabar, program ini diharapkan dapat membantu membongkar sekat di antara masyarakat.

“Setidaknya mindset mereka tentang yang berbeda, setidaknya (berubah), 'oh ternyata sama ya, yang ngasih juga enggak lihat satu ras , satu agama, yang lain juga dibagi kok. Setidaknya itu bisa mengurangi (prasangka) lah,” kata Anggi.

Baca juga: Doa Selamat dari Wabah Penyakit, Termasuk Virus Corona

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tangerang, Banten, Muhidin A Kodir, mengatakan kerja sosial tidak mengenal perbedaan suku dan agama. Bahkan, dia mengatakan, seluruh agama mengajarkan untuk tolong menolong dalam kebaikan.

“Karena Tuhan itu memerintahkan kita, 'wa ta'awanu 'alal birri wat taqwa, wa la ta'awaunu alal itsmi wal 'udwan' (Saling tolong menolong lah kamu dalam kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam keburukan dan pelanggaran). Jadi, untuk tolong menolong itu, semua agama juga memerintahkan,” jelasnya mengutip Alquran, Surat Al-Maidah ayat 2.

Muhidin berharap, gerakan semacam ini dapat diteruskan, supaya semangat toleransi makin terasa di masyarakat akar rumput.

“Karena kalau membangun bangsa ini kan urusan bersama, bukan urusan satu agama, bukan urusan satu golongan, maka kita harus bisa saling berbaur, bersatu, untuk bisa melakukan tugas-tugas kemanusiaan ini,” tuntasnya.

Jaringan lintas agama ini terdiri atas 20 organisasi Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, Baha’i, dan sejumlah komunitas pemuda, yang telah lama bekerja dalam isu toleransi dan perdamaian. Mereka adalah Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Pemuda Muhammadiyah, Muhammadiyah Covid-19 Command Center, NU Peduli, GP Ansor, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), GEMABUDHI, PERMABUDHI, MBI-KBI, serta Komisi HAK KWI.

Selain itu, ada pula JKMC, BAKKAT, Parisada Hindu Dharma Indonesia, Puskor Hindunesia, Majelis Tinggi Agama Konghucu (MATAKIN), Majelis Rohani Nasional Bahai Indonesia, Yayasan Sosial Guru Nanak, Temu Kebangsaan Orang Muda, Jaringan Gusdurian, dan Kafkaf Foundation.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini