Kemudian Nabi Shallallahu alaihi wasallam berdoa semoga jangan dijadikan keganasan mereka ada di antara sesama mereka, tetapi Allah tidak memperkenankannya. Ibnu Umar menjawab, Kamu benar, dan masih terus-menerus akan terjadi fitnah sampai hari kiamat,"
Allah Subhanau wata'ala berfirman: "Hai Muhammad, sesungguhnya Aku apabila telah memutuskan suatu keputusan, maka keputusan-Ku itu tidak dapat dicabut lagi. Dan sesungguhnya Aku memberimu untuk umatmu bahwa sama sekali Aku tidak akan membinasakan mereka dengan paceklik yang menyeluruh, dan Aku tidak akan membiarkan mereka dikuasai oleh musuh dari selain kalangan mereka sendiri yang akibatnya mereka akan dibinasakan oleh musuhnya secara menyeluruh, sehingga sebagian dari mereka membinasakan sebagian yang lain, dan sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain, dan sebagian dari mereka menahan sebagian yang lain,”
Syaddad ibnu Aus melanjutkan kisahnya, "Lalu Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya aku tidak merasa khawatir terhadap umatku kecuali adanya imam-imam yang menyesatkan, karena apabila pedang (jihad) telah ditetapkan di antara umatku, maka ia tidak akan dihapuskan dari mereka sampai hari kiamat.
Hadits ini tidak terdapat dalam suatu kitab Sittah pun, namun sanadnya jayyid dan kuat. (Dinukil dari Tafsir Ibnu Katsir Surat Al An'am).
(Rizka Diputra)