Doa Nabi Muhammad yang Tidak Dikabulkan Allah

Senin 01 Juni 2020 15:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 01 614 2222650 doa-nabi-muhammad-yang-tidak-dikabulkan-allah-OrqWXf0OSD.JPG Ilustrasi (Foto: Ist)

RASULULLAH Shallallahu alaihi wasallam adalah makhluk paling mulia yang dicintai Allah Subhanau wata'ala. Setiap beliau berdoa pasti selalu dikabulkan. Namun, ternyata ada satu doa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang tidak dikabulkan Allah, bahkan hingga hari kiamat.

Suatu hari Rasulullah pernah mengingatkan umatnya untuk mewaspadai satu perkara yang bisa membinasakan mereka yaitu fitnah atau permusuhan antarsesama. Allah Subhanau wata'ala berfirman dalam Surah Al-An'am ayat 63:

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلٰٓى اَنْ يَّبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّنْ فَوْقِكُمْ اَوْ مِنْ تَحْتِ اَرْجُلِكُمْ اَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَّيُذِيْقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُوْنَ

Artinya: Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya). (QS. Al An'Am: 63).

Melansir dari laman iNews.id, Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan:

"Katakanlah, Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian. (Al-Anam: 65). Maka Rasulullah Saw mengucapkan, "Aku berlindung kepada Zat-Mu atau dari bawah kaki kalian." (Al-Anam: 65).

Baca juga: Aksi Heroik Pedagang Muslim Selamatkan Toko dari Penjarahan di Minneapolis

Rasulullah juga mengucapkan, "Aku berlindung kepada Zat-Mu. atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain. (Al-Anam: 65) Rasulullah Saw. berkata, "Ini adalah yang paling ringan (atau) paling mudah,"

Imam Ahmad dalam kalamnya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yala (yaitu Ibnu Ubaid), telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Hakim, dari Amir ibnu Sad ibnu Abu Waqqas, dari ayahnya yang menceritakan bahwasanya "Kami berangkat bersama Rasulullah hingga sampailah kami di Masjid Bani Muawiyah. Lalu Nabi Shallallahu alaihi wasallam masuk dan sholat dua rakaat, kami pun ikut sholat bersama beliau. Rasulullah bermunajat kepada Tuhannya cukup lama, kemudian beliau bersabda:

Ilustrasi

"Aku memohon kepada Tuhanku tiga perkara, yaitu aku memohon agar umatku tidak dibinasakan oleh tenggelam (banjir), maka Dia (Allah)mengabulkan permintaanku. Kedua, aku memohon kepada-Nya agar umatku tidak dibinasakan oleh paceklik, maka Dia mengabulkan permintaanku. Ketiga, aku memohon kepada-Nya agar Dia tidak menjadikan keganasan (fitnah) mereka ada di antara sesama mereka, tetapi Dia (Allah) tidak mengabulkan permintaanku,”

Dalam hadits lain, Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Abdullah ibnu Abdullah ibnu Jabir ibnu Atik, dari Jabir ibnu Atik yang mengatakan:

"Pernah datang kepada kami Abdullah ibnu Umar di kampung Bani Muawiyah, yaitu suatu kampung di antara kampung-kampung orang-orang Ansar; lalu Ibnu Umar berkata, Tahukah kamu, di manakah Rasulullah pernah sholat di masjid kalian ini? Jabir ibnu Atik menjawab, Ya, seraya mengisyaratkan ke arah suatu bagian dari masjid itu.

Baca juga: Mukbang Penyebab Matinya Qalbu?

Ibnu Umar bertanya lagi, Tahukah kalian, tiga perkara apakah yang didoakan oleh Nabi Saw. di tempat itu? Aku (Jabir) menjawab, Ya. Ibnu Umar berkata, Kalau demikian, ceritakanlah ketiga hal itu kepadaku. Aku menjawab, Rasulullah Saw. berdoa agar mereka tidak dapat dikalahkan oleh musuh dari selain mereka sendiri, dan agar mereka jangan dibinasakan oleh paceklik, maka Allah memberikan keduanya itu kepada Nabi Shallallahu alaihi wasallam.

Kemudian Nabi Shallallahu alaihi wasallam berdoa semoga jangan dijadikan keganasan mereka ada di antara sesama mereka, tetapi Allah tidak memperkenankannya. Ibnu Umar menjawab, Kamu benar, dan masih terus-menerus akan terjadi fitnah sampai hari kiamat,"

Allah Subhanau wata'ala berfirman: "Hai Muhammad, sesungguhnya Aku apabila telah memutuskan suatu keputusan, maka keputusan-Ku itu tidak dapat dicabut lagi. Dan sesungguhnya Aku memberimu untuk umatmu bahwa sama sekali Aku tidak akan membinasakan mereka dengan paceklik yang menyeluruh, dan Aku tidak akan membiarkan mereka dikuasai oleh musuh dari selain kalangan mereka sendiri yang akibatnya mereka akan dibinasakan oleh musuhnya secara menyeluruh, sehingga sebagian dari mereka membinasakan sebagian yang lain, dan sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain, dan sebagian dari mereka menahan sebagian yang lain,”

Syaddad ibnu Aus melanjutkan kisahnya, "Lalu Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya aku tidak merasa khawatir terhadap umatku kecuali adanya imam-imam yang menyesatkan, karena apabila pedang (jihad) telah ditetapkan di antara umatku, maka ia tidak akan dihapuskan dari mereka sampai hari kiamat.

Hadits ini tidak terdapat dalam suatu kitab Sittah pun, namun sanadnya jayyid dan kuat. (Dinukil dari Tafsir Ibnu Katsir Surat Al An'am).

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini