Aksi Heroik Pedagang Muslim Selamatkan Toko dari Penjarahan di Minneapolis

Rizka Diputra, Jurnalis · Senin 01 Juni 2020 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 01 614 2222631 aksi-heroik-pedagang-muslim-selamatkan-toko-dari-penjarahan-di-minneapolis-Oar6C0A3d3.JPG Toko produk makanan halal milik pedagang muslim di Kota Minneapolis, AS selamat dari aksi penjarahan (Foto: Reuters)

KEMATIAN George Floyd memicu kerusuhan di Minneapolis, Ameria Serikat (AS). Aksi demonstrasi bahkan berujung pada penjarahan di sejumlah toko di kota itu. Kobaran api sisa pembakaran terlihat di sejumlah ruas jalan. Salah satunya di atap bank dan kantor pos dekat dengan toko makanan 'Halal Tawakal' milik seorang muslim bernama Mohammad Abdi (35). Ya, ia merupakan warga muslim AS asal Somalia.

Kegalauan dialami Abdi ketika dihadapkan oleh situasi sulit. Hanya dua pilihan yang ada di benaknya yaitu nekat menghadapi para perusuh untuk menghalau mereka atau merelakan tempat mata pencahariannya itu dijarah dan dibakar massa.

Baca juga: Arab Saudi Kirim 10 Juta SMS Imbauan Sholat Berjamaah di Masjid

"Saya mengatakan kepada mereka, ini adalah bisnis saya. Ini adalah gedung saya, tolong jangan lakukan itu. Saya tidak berteriak, saya tetap tenang. Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak melakukan apapun pada mereka dan mereka pun pergi,” kata dia, menukil dari laman Reuters.

Kerusuhan Minneapolis

Meski gerombolan massa sudah berlalu, dirinya tetap waspada sepanjang malam hingga keesokan paginya demi mengawasi toko dan pasar makanan yang terletak di seberang jalan lingkungan Lyndale, Kota Minneapolis, tepatnya di sisi barat daya kota.

“Ini adalah bukti komunitas penduduk yang bersatu padu dari negara asal di Afrika Timur. Saya sangat senang dengan komunitas saya karena membantu saya. Mereka mencintaiku dan percaya padaku," tuturnya.

Baca juga: Mukbang Penyebab Matinya Qalbu?

Kematian George Floyd sebelumnya menyulut aksi protes besar-besaran yang berujung kerusuhan di Minneapolis, yang telah berlangsung selama tiga malam berturut-turut. Demonstran melakukan perusakan, penjarahan, di kota itu, bahkan beberapa bangunan, termasuk sebuah kantor polisi telah dibakar massa.

Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey sudah mengumumkan keadaan darurat di Minneapolis dan kota kembarnya, St. Paul pada Kamis 28 Mei lalu dan menerjunkan pasukan Garda Nasional untuk membantu mengamankan kota, namun keadaan masih mencekam.

Sejauh ini Presiden AS Donald Trump telah meminta demonstran untuk tidak melanjutkan kerusuhan dan menyebut para penjarah sebagai "penjahat" yang merusak kenangan tentang Floyd. Trump juga mendesak Biro Penyelidik Federal AS (FBI) menyelidiki kemungkinan adanya pelanggaran hukum hak-hak sipil di balik kematian Floyd.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini