KAUM Nahdliyin mempunyai kultur tersendiri untuk menghormati pendahulunya melalui ziarah kubur. KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sangat dikenal sebagai pribadi yang senantiasa melestarikan kultur tersebut.
Bahkan tak lama setelah Gus Dur dilantik menjadi Presiden RI ke-4 pada Oktober 1999, ia langsung berziarah ke makam KH Ahmad Mutamakin di Pati, Jawa Tengah. Alasan 'sowan' ke makam sang kiai penyebar ajaran batiniah (Islam esoteris) tersebut karena masih ada garis keturunan dengan Gus Dur.
Hamid Basyaib dan Fajar W Hermawan dalam buku Saya Nggak Mau Jadi Presiden, Kok! Ger-Geran Lagi Bersama Gus Dur (2001) mengungkap Gus Dur selalu percaya pada isyarat-isyarat para leluhur. Sampai cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama ini KH Hasyim Asy'ari selalu kukuh mempertahankan 'ideologinya'.
(Baca Juga : Tangis Pilu Muazin Pecah saat Kumandangkan Azan di Tengah Wabah COVID-19)
Paman Gus Dur, KH Yusuf Hasyim alias Pak Ud mengungkapkan kerepotannya ketika menghadapi pendirian putra KH Wahid Hasyim tersebut.