SEORANG mahasiswa asal Indonesia, Nadhira Nuraini Afifa, terpilih menyampaikan pidato mewakili lulusan 2020 dalam upacara wisuda Harvard School of Public Health yang dilaksanakan secara daring. Ia merupakan seorang Muslim yang mengenakan hijab dalam kesehariannya di kampus.
Terpilihnya Nadhira menjadi student speaker merupakan suatu kesempatan yang sangat berharga. Menurut dia, ini adalah sebuah kejutan yang luar biasa untuk mengakhiri perjalanan studinya di salah satu kampus terbaik dunia tersebut.
Mengutip dari akun Youtube Nadhira Nuraini Afifa, Jumat (5/6/2020), gadis yang pernah menempuh pendidikan S-1 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menceritakan tentang pengalamannya hingga dapat terpilih menjadi pembaca pidato di upacara wisuda.
"Kalau di Indonesia, mahasiswa yang memberikan pidato di wisuda biasanya peraih nilai terbaik atau berdasarkan pencapaian terbanyak di angkatannya. Kalau di Harvard, semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih posisi tersebut," ujar Nadhira.
Dalam video berdurasi 12 menit 22 detik tersebut, ia turut menjelaskan tahapan seleksi menjadi commencement speaker yang diikuti. Pada tahap pertama kontes pidato tersebut, ia diharuskan menulis teks pidato.
Nadhira menyebutkan bahwa proses menulisnya tidak mudah, karena tidak pernah melihat dan mengetahui struktur-struktur pidato yang biasa disampaikan dalam upacara wisuda.
Setelah lulus tahapan menulis teks, lanjut ke seleksi melalui video. Pada tahapan ini, Nadhira menyampaikan adanya keuntungan lebih yang didapat karena mendapat pelatihan komunikasi gratis.
"Dengan kita lulus ke seleksi video, kita mendapatkan satu sesi coaching dari CEO salah satu perusahaan komunikasi yang terbiasa memberikan pelatihan bagi mereka yang ingin menyampaikan pidato formal. Belum jadi student speaker saja aku sudah merasa beruntung banget bisa dapat sesi coaching dengan orang seprofesional ini," katanya.