8 Peristiwa Gerhana di Zaman Nabi Muhammad

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 07 Juni 2020 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 06 614 2225621 8-peristiwa-gerhana-di-zaman-nabi-muhammad-ny9UTICzML.JPG Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

PERISTIWA gerhana bulan penumbra atau di negara barat dikenal dengan istilah gerhana bulan stroberi, terjadi pada Sabtu 6 Juni 2020 dini hari. Gerhana tersebut merupakan salah satu fenomena yang cukup langka. Selain itu, ternyata gerhana juga sudah terjadi sejak zaman Nabi.

Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), KH. Sirril Wafa mengatakan, dalam hadits riwayat Al-Bukhari disebutkan, terjadi peristiwa gerhana matahari di hari wafatnya Nabi Ibrahim 'Alaihisssalam.

“Maka muncul spekulasi di kalangan sebagian sahabat, bahwa kedua peristiwa ini (kematian Nabi Ibrahim dan gerhana) ada hubungan keterkaitan. Begitu kabar sampai kepada Nabi, beliau langsung menyampaikannya,” katanya saat berbincang dengan Okezone, Sabtu, 6 Juni 2020.

Dari ‘Aisyah, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah salat dan bersedekahlah” (HR. Bukhari-Muslim).

Baca juga: Bacaan Sholawat yang Bikin Malaikat Sibuk Mencatat Pahalanya Selama 1.000 Hari

Sementara pada gerhana penumbra, piringan matahari/bulan tidak tampak berkurang sedikitpun. Hanya saja wajah matahari/bulan tampak memburam atau berkurang cemerlangnya, disebabkan bayangan bulan yang mengenai matahari pada gerhana matahari hanyalah bayangan semu.

Gerhana Bulan Penumbra

Sedangkan pada peristiwa gerhana bulan, bayangan bumi yang mengenai bulan juga bayangan semu dan bukan bayangan inti.

“Peristiwa gerhana bulan tanggal 6 Juni 2020 dini hari adalah peristiwa gerhana bulan penumbra. Nanti tanggal 21 Juni 2020 diprediksi alan terjadi gerhana matahari yang tampak di beberapa tempat sebagai gerhana cincin, dan di wilayah lain hanya tampak sebagai gerhana matahari sebagian/parsial saja. wallahu a'lam," tutur Kiai Wafa.

Sementara itu, melansir dari laman Sindonews, pada masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, setidaknya telah terjadi delapan kali gerhana, yakni tiga kali gerhana matahari dan lima kali gerhana bulan.

Baca juga: Kisah Perjuangan Santriwati hingga Berhasil Hafal 30 Juz Alquran

Namun apabila ditinjau lebih dalam, ketika gerhana matahari dan gerhana bulan datang, Rasulullah akan melaksanakan sholat sunah gerhana. Berikut ini adalah rincian ketika gerhana terjadi delapan kali pada masa tersebut:

1. Gerhana Bulan (20 November 625)

Pada tahun ini adalah dilakukannya sholat gerhana untuk kali pertamanya di masa Nabi Muhammad Shallallhu 'alaihi wasallam. Kala itu bertepatan dengan 10 atau 11 Jumadil Akhir tahun ke-4 Hijriyah. Nabi Muhammad bersabda:

عن عائشة - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا - قالت: جهر النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - في صلاة الخسوف بقراءته

Artinya: “Dari Aisyah radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah SAW menjaharkan suaranya dalam sholat khusuf,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sholat Gerhana

2. Gerhana Bulan (17 Mei 626)

Saat itu gerhana bulan terjadi di waktu Subuh pada 17 Mei 626. Jika dikonversikan menggunakan komputer, pada tanggal tersebut jatuh pada hari Sabtu 22 Dzul-Hijjah tahun ke-4 Hijriyah.

Gerhana bulan yang terjadi hanya parsial (sebagian), menjelang waktu Subuh hingga Subuh berakhir. Bahkan ketika bulan tenggelam masih dalam keadaan gerhana. Kemudian waktu gerhana ini sangat luas dengan waktu tenggelamnya sekitar 2 jam.

Gerhana tersebut merupakan waktu di mana kaum muslimin lebih banyak di rumah atau masjid untuk melakukan qiyamul lail. Bahkan umat Islam biasanya masih melakukan zikir setelah Subuh. Sehingga fenomena ini terabaikan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Gerhana Matahari Mini (21 April 627)

Gerhana yang kedua adalah gerhana matahari mini, jatuh bertepatan pada 26 Dzul-Qa'idah tahun ke-5 Hijriyah. Namun sangat kecil dan jelas tidak mungkin terasa, karena persentase piringan matahari yang tertutup bulan hanya 2 persen. Meski gerhana ini berdurasi 32 menit 4 detik,akan tetapi nyaris tidak akan terasa.

Namun sayangnya saat itu tidak ada riwayat bahwa, di tahun itu Nabi SAW melaksanakan sholat gerhana. Boleh jadi ketika tidak mendapatkan riwayat bahwa Nabi SAW melakukan sholat gerhana saat fenomena tersebut karena terlalu parsial hanya 2 persen saja.

4. Gerhana Bulan (25 Maret 628)

Gerhana bulan satu ini terjadi dalam durasi 2 jam 7 menit 1 detik. Meski besar gerhana saat itu sudah 31 persen, namun waktunya terjadi saat maghrib tiba. Di mana umat Islam tengah menjalankan sholat maghrib di masjid. Jika dikonversikan, diperkirakaan jatuh pada hari Selasa, 10 Dzul Qa'idah tahun ke-6 Hijriyah.

Gerhana Bulan Penumbra

5. Gerhana Matahari Mini (3 Oktober 628)

Pada waktu gerhana matahari satu ini, jika konversikan gerhana tersebut terjadi pada Jumat 26 Jumadil Awal tahun ke-7 Hijriyah dengan durasi gerhana 59 menit 46 detik.

Fenomena ini lagi-lagi tidak mendapatkan riwayat yang menguatkan, bahwa Nabi Muhammad menjalankan sholat gerhana pada saat itu. Namun ada alasan lain, kemungkinan karena gerhana ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sebab piringan matahari yang tertutup hanya 12 persen.

6. Gerhana Bulan (15 Maret 629)

Gerhana itu merupakan gerhana bulan total yang terjadi selama 1 jam 40 menit 31 detik. Apabila dikonversikan, saat itu jatuh pada tanggal 10 atau 11 Dzul Qa'idah tahun ke-7 Hijriyah. Namun karena terjadi pada Maret di mana menjadi waktu mulai berakhirnya musim dingin, aktivitas masyarakat Arab saat itu masih rendah.

7. Gerhana Bulan Sebagian (4 Maret 630)

Gerhana ini bertepatan dengan 10 atau 11 Dzul Qa'idah tahun ke-8 Hijriyah. Durasi gerhana ini mencapai 2 jam 42 menit 47 detik dengan besar gerhana 68 persen saat waktu Maghrib. Tapi, saat itu Nabi tidak menjalankan sholat gerhana karena kemungkinan awal gerhana terjadi sebelum bulan terbit.

Sehingga ketika terbit bulan, sudah dalam keadaan gerhana. Kemudian 23 menit setelah matahari terbenam (waktu Maghrib) gerhana sudah berakhir. Gerhana ini mungkin juga tidak tersadari oleh masyarakat Madinah kala itu.

8. Gerhana Matahari (27 Januari 632)

Inilah gerhana di mana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam diriwayatkan melakukan sholat berjamaah. 27 Januari 632 bertepatan dengan 25 atau 26 Syawal tahun ke-10 Hijriyah. Saat itu, jalur gerhana melewati sejumlah negara di antaranya, Afrika, Arab Selatan, India, dan Asia Tengah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya