Puasa Syawal: Cukup 6 Hari Dapat Pahala Setahun Penuh

Hantoro, Jurnalis · Minggu 07 Juni 2020 08:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 07 330 2225726 puasa-syawal-cukup-6-hari-dapat-pahala-setahun-penuh-gDxZuJtKbK.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

USTADZ Khalid Basalamah kembali mengingatkan betapa pentingnya menjalankan puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Keutamaan yang bakal didapat sangat besar.

Seorang Muslim yang melaksanakan puasa Syawal akan diberi ganjaran pahala berpuasa selama satu tahun penuh.

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam:

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

Artinya: "Barang siapa yang puasa Ramadhan lalu mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia mendapat pahala puasa setahun penuh." (HR Muslim Nomor 1164).

Ia melanjutkan, tidak dapat dibayangkan susahnya berpuasa selama setahun penuh. Namun, bisa mendapatkan pahalanya dengan puasa satu bulan Ramadhan dan enam hari di bulan Syawal. 

Ustadz Khalid Basalamah pun mengibaratkan dengan pekerja yang mendapat gaji setahun penuh hanya dengan masuk kantor selama 37 hari.

"Rasionalnya, kalau Anda kerja di satu kantor, maka pimpinan Anda akan berkata, 'Siapa di antara kalian yang bekerja full Januari, 1 sampai 31 Januari, kemudian ditambah dengan enam hari saja dari bulan Februari, maka saya akan berikan gaji 12 bulan'," ujar Ustadz Khalid Basalamah, seperti dikutip dari akun Instagram-nya, Sabtu (6/6/2020).

Dirinya menyatakan, jika kaum Muslimin melanjutkan puasa sunah enam hari pada bulan Syawal, bisa jadi akan lebih mudah. Sebab sebelumnya sudah terbiasa dengan puasa di bulan Ramadhan yang selama satu bulan penuh.

"Perut Anda sudah terbiasa, jiwa Anda sudah terbiasa dengan puasa, maka jangan sampai meninggalkan puasa ini," imbaunya. 

Mengutip dari Muslim.or.id, keutamaan puasa Syawal menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan sehingga senilai dengan puasa setahun penuh. Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang dipaparkan sebelumnya.

Kemudian dalam riwayat lain Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

جعل اللهُ الحسنةَ بعشر أمثالِها ، فشهرٌ بعشرةِ أشهرٍ ، وصيامُ ستَّةِ أيامٍ بعد الفطرِ تمامُ السَّنةِ

Artinya: "Allah menjadikan satu kebaikan bernilai sepuluh kali lipatnya, maka puasa sebulan senilai dengan puasa sepuluh bulan. Ditambah puasa enam hari setelah Idul Fitri membuatnya sempurna satu tahun." (HR Ibnu Majah Nomor 1402, dinilai sahih oleh Al Albani dalam Shahih Ibni Majah Nomor 1402 dan Shahih At-Targhib Nomor 1007).

Imam An-Nawawi mengatakan:

وَإِنَّمَا كَانَ ذَلِكَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ لِأَنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا فَرَمَضَانُ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ وَالسِّتَّةُ بِشَهْرَيْنِ

Artinya: "Pahala puasa Syawal seperti puasa setahun penuh. Karena satu kebaikan senilai dengan sepuluh kebaikan. Puasa Ramadan sebulan senilai dengan sepuluh bulan, dan puasa 6 hari senilai dengan dua bulan (60 hari)." (Syarah Shahih Muslim, 8/56). 

Manfaat dari puasa Syawal:

- Puasa Syawal menyempurnakan pahala puasa Ramadhan sehingga senilai dengan puasa setahun penuh.

- Puasa Syawal dan puasa Syakban sebagaimana salat sunah rawatib sebelum dan sesudah salat yang menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada pada ibadah wajib. Ibadah-ibadah wajib akan disempurnakan dengan ibadah sunah pada hari kiamat kelak. Kebanyakan orang, puasa Ramadhan-nya mengandung kekurangan dan cacat, maka membutuhkan amalan-amalan yang bisa menyempurnakannya.

- Terbiasa puasa selepas puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Sebab ketika menerima amalan seorang hamba, Allah Subhanahu wa ta'ala akan memberikan taufik untuk melakukan amalan salih selanjutnya. Sebagaimana perkataan sebagian salaf:

ثواب الحسنة الحسنة بعدها

Artinya: "Balasan dari kebaikan adalah (diberi taufik untuk melakukan) kebaikan selanjutnya."

Maka barang siapa melakukan suatu kebaikan, lalu diikuti dengan kebaikan lainnya, ini merupakan tanda amalan kebaikannya tersebut diterima oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Sebagaimana orang yang melakukan kebaikan, namun kemudian diikuti dengan keburukan lainnya, ini merupakan tanda amalan kebaikannya tersebut tidak diterima oleh Allah.

- Orang-orang yang berpuasa Ramadhan disempurnakan pahalanya saat Idul Fitri dan diampuni dosa-dosanya. Maka Idul Fitri adalah hari pemberian ganjaran kebaikan, sehingga puasa setelahnya adalah bentuk syukur atas nikmat tersebut. Sedangkan tidak ada nikmat yang lebih besar selain pahala dan ampunan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini