NABI Zakariya Alaihissalam merupakan keturunan Nabi Sulaiman Alaihisalam. Periode kenabian Zakariya amat dekat dengat dengan Nabi Isa Alaihissalam. Beliau diangkat menjadi Nabi untuk berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Namanya disebut sebanyak delapan kali di dalam kitab suci Alquran.
Nabi Zakariya sejak lama sangat mendambakan seorang anak. Namun keinginannya belum terpenuhi walau usianya sudah lanjut dan sepuh. Allah Subhanahu wa ta'ala baru mengabulkan doa tersebut setelah Nabi Zakariya berusia 80 tahun, ada juga yang menyebut usia 90 tahun, Wallahu A'lam.
Nabi Zakariya pernah bermunajat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku." (QS Maryam (19): 4)
Ustadz Muchlis al Mughni, dai lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, mengatakan kesungguhan dalam berdoa ditunjukkan oleh Nabi Zakariya dengan bahasa jiwa yang yakin penuh harap kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Ia menuturkan, kesendirian Nabi Zakariya lebih dikhawatirkan pada estafet perjuangan dakwah agama Islam sepeninggalnya. Dengan kata lain dakwah agama ini akan terhenti setelah kepergiannya jika tidak diberi keturunan.
"Sebuah niat mulia yang selalu ingin memperjuangkan dakwah agama Islam, bukan berpikir siapa yang akan menjaga harta kekayaannya sepeningalnya nanti," kata Ustadz Muchlis yang juga Imam Masjid Cut Meutia Menteng, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari Sindonews, Minggu (7/6/2020).