Nabi Muhammad yang Pertama Ajarkan Antirasis, Lihat Kasus Bilal

Hantoro, Jurnalis · Rabu 10 Juni 2020 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 330 2227370 nabi-muhammad-yang-pertama-ajarkan-antirasis-lihat-kasus-bilal-68MdhF21vO.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Bilal, yang oleh kaum Muslim lain disebut sebagai "tuan" karena pengetahuan dan rahmatnya, menjadi muazin Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Ia bertanggung jawab memanggil umat Islam menunaikan sholat lima waktu melalui seruan azan.

Dalam memilih Bilal untuk peran terhormat ini, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menunjukkan bahwa pengucilan sosial dan subordinasi berdasarkan warna kulit tidak diperbolehkan dalam masyarakat Islam.

Sebelum Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengungkapkan pesannya, orang Arab terlalu bangga dengan identitas suku dan etnis mereka, sedemikian rupa sehingga suku dan kelompok etnis menjadi standar sosial masyarakat.

Ajaran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mengubah semua itu. Dia menekankan pentingnya kesalihan sebagai ciri penghormatan.

Dalam menantang Abu Dharr, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menunjukkan bahwa ia bersedia menegur, bahkan teman terdekatnya, jika orang itu merendahkan seseorang karena etnisnya.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam percaya bahwa bentuk "kesukuan", atau al asabiyyah dalam bahasa Arab, bersifat mendorong orang ke loyalitas etnis bahkan bisa berarti mendukung ketidakadilan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya