MANUSIA dituntut untuk mampu mengendalikan hawa nafsu. Sebab, hawa nafsu cenderung membawa orang ke arah keburukan seperti sifat dengki, marah, benci, dan keburukan-keburukan lain yang dimurkai Allah Subhanahu wata'ala.
Nafsu menurut pandangan Islam dibagi tiga macam yaitu nafsu ammarah, nafsu lawwamah dan nafsu muthmainnah. Akan sangat beruntung bagi manusia yang mampu mengendalikan hawa nafsunya.
Baca juga: Jenis Manusia yang Paling Dicintai Allah
Melansir dari laman Sindonews, dalam Kitab Tanbihul Ghafilin karya Imam Abu Laits As-Samarqandi dikisahkan penciptaan akal (al-aql) dan nafsu (nafsun atau nufusun). Saat penciptaan keduanya, ternyata nafsu memiliki karakter cenderung keras dan membangkang kepada Allah Subhanahu wata'ala.

Dai lulusan Al-Azhar Kairo Ustadz Muchlis Al-Mughni mengajarkan sebuah ayat untuk meredam kejahatan nafsu. Ayat ini bisa dibaca kapan saja dengan tetap memohon pertolongan Allah Ta'ala.
Baca juga: Sholawat Penghapus Dosa 80 Tahun, Ini Cara Mengamalkannya
قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku,". (QS. Al-An'aam ayat 15).
Kalimat tersebut sejatinya diucapkan pada hati sedang lemah dan ketika nafsu hendak mengalahkan kita. Seorang mukmin akan merasakan pengawasan Allah baik dalam kesendirian maupun di keramaian, baik sembunyi maupun secara terang-terangan.
"Rasa takut kepada Allah dan azab-Nya sangat ditekankan bagi orang yang beriman, bukan takut kepada penguasa atau manusia lainnya, jangan lihat besar kecilnya dosa dan maksiat yang engkau lakukan tetapi kepada siapa sebenarnya engkau durhaka dan maksiat," kata Ustadz Muchlis.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wata'ala dalam Alquran:
وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ
Artinya: "Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan," (QS. An-Nahl: 19). (put)
(Hantoro)