Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sholat Jumat di Tengah Wabah dan Pudarnya Nuansa Silaturahmi

Sholat Jumat di Tengah Wabah dan Pudarnya Nuansa Silaturahmi
Jamaah melaksanakan sholat Jumat perdana di salah satu masjid di Bekasi, Jawa Barat (Foto: BBC News Indonesia)
A
A
A

PEMBUKAAN masjid memasuki era new normal disambut antusias kaum muslimin di Indonesia. Imang Maulana (42), seorang warga Bekasi, Jawa Barat untuk pertama kalinya melaksanakan sholat Jumat di masjid pada Jumat 5 Juni 2020 lalu, setelah hampir tiga bulan lamanya masjid-masjid ditutup akibat pandemi Covid-19.

Imang melakukan sholat Jumat di Masjid Asy-Syuhada, Kota Bekasi bersama jamaah lainnya. Saat itu, setiap jamaah diberi jarak sekitar 80 centimeter dan masing-masing wajib mengenakan masker. Ia mengaku tidak khawatir beribadah berjamaah di tengah wabah Covid-19.

"Enggak (khawatir), sudah biasa saja. Kan di masjid kita enggak ada salam-salaman atau jabat tangan seperti biasanya," kata Imang, menukil dari situs BBC News Indonesia, Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Sholat Jumat, Jangan Lupa Baca Doa Masuk dan Keluar Masjid

Dia menerangkan, khotbah di masjid itu biasanya berlangsung sekitar 40 menit, namun pada sholat Jumat lalu khotbah dipersingkat dengan durasi plus ibadah sholat Jumat jadi 30 menit saja. Menurut Imang, protokol kesehatan yang harus dijalani membuat jamaah jadi tidak nyaman.

"Di samping tidak sesuai dengan ajaran yang disunahkan nabi, nuansa silaturahminya juga seolah pudar," tuturnya.

Sholat Jumat

Sementara itu, sejumlah masjid di Surabaya, Jawa Timur masih ada yang memilih untuk tidak menyelenggarakan aktivitas sholat Jumat berjamaah. Salah satunya adalah Masjid Rahmat di Jalan Kembang Kuning, Surabaya. Sedangkan di Masjid Al-Mujahidin di Jalan Dukuh Kupang, Surabaya, tetap menggelar ibadah sholat Jumat.

Meski masih ditemukan beberapa orang tidak mengenakan masker, jamaah tampak tertib duduk dan melakukan sholat dengan mengikuti tanda shaf di lantai masjid, yang sudah diberi tanda titik hitam oleh pengurus masjid.

Baca juga: Gerhana Matahari Bakal Melanda Makkah

Tanda titik hitam tersebut masing-masing berjarak kurang lebih satu meter. Di pintu masjid pun tersedia air dan sabun untuk cuci tangan. Penerapan protokol kesehatan juga terlihat di masjid At-Tauhid di perumahan Pondok Benowo Indah, Surabaya.

Sutadji, salah seorang jamaah masjid mengatakan, setiap sholat Jumat, masjid setempat mewajibkan jamaah mengikuti protokol kesehatan antara lain mengenakan masker dan menjaga jarak aman dalam shaf salat.

"Kita diwajibkan pakai masker. Kalau enggak pakai masker kita enggak boleh ikut sholat Jumat berjamaah. Kemudian setiap pintu masuk diukur suhu tubuh," kata Sutadji.

Begitupun di Solo, sejumlah masjid juga sudah menerapkan protokol kesehatan. Masjid Al-Wustho' misalnya, yang baru mengadakan sholat Jumat pekan lalu sejak Pemerintah Kota Solo menetapkan kejadian luar biasa (KLB) Covid-19 pada 13 Maret 2020 silam.

Sekretaris Takmir Masjid Al Wustho' Mangkunegaran, Purwanto beralasan masjid itu menggelar sholat Jumat untuk memfasilitasi warga sekitar yang ingin melakukan sholat Jumat.

"Satu petak rumah ada beberapa keluarga, kalau sholat di rumah tidak mungkin. Kalau tidak ditampung di sini malah nanti tidak sholat karena ini untuk warga di sekitar sini," ucapnya.

Adanya penerapan jarak antar jamaah menyebabkan jumlah jamaah sholat Jumat menjadi terbatas. "Hari biasa kalau membeludak sampai serambi sana, sekitar seribuan (jamaah) lebih. Tapi sekarang hanya paling sekitar 300 jamaah," kata Purwanto.

(Rizka Diputra)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement