Menjaga Perilaku Hidup Halal di Tengah Pandemi Corona

Rizka Diputra, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 614 2230827 menjaga-perilaku-hidup-halal-di-tengah-pandemi-corona-CDJKEH1a4V.JPG ilustrasi (Foto: Abu Dhabi)

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) melalui Promotion and Education Manager Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Makanan (LPPOM), Nadia Lutfi Masduki mengingatkan umat muslim untuk tetap manjaga gaya hidup halal di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Hal itu disampaikannya dalam acara webinar bertajuk 'Talks About Halal' belum lama ini.

Melansir dari website MUI, perilaku hidup halal merupakan kewajiban. Hal tersebut tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 168 yang artinya “Wahai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu,”.

Ia menjelaskan, masa pandemi bukan menjadi alasan untuk tidak mengonsumsi produk halal. Hal itu dikarenakan saat ini masih banyak alternatif makanan dan minuman bersertifikat halal MUI yang tersedia di pasaran.

Baca juga: Polisi Makkah Tingkatkan Patroli, Tindak Pelanggar Protokol Covid-19

“Apakah pandemi saat ini dapat dikatakan sebagai kondisi darurat? Batasan suatu kondisi dikatakan darurat atau tidak, yakni ketika kondisi tersebut sudah mengancam nyawa. Apabila masih ada pilihan, maka pilihlah yang halal,” ucap Nadia.

Menurut Nadia, halal sejatinya dijadikan sebagai gaya hidup. Artinya, semua hal yang dikonsumsi, baik dimakan atau dipakai, harus masuk dalam koridor halal. Begitu pula dengan cara mendapatkan dan adab saat mengonsumsinya.

Baca juga: 5 Amalan Istri Pengundang Rezeki untuk Suami

Hal lain yang perlu ditanamkan ialah halal sebagai gerakan kebaikan. Halal itu bebas atau tidak terikat dari segala sesuatu yang diharamkan. Hukum halal dan haram terbagi menjadi dua, yakni perbuatan dan benda atau zatnya.

“LPPOM MUI mengaudit produk-produk. Jangan sampai, bahan yang haram tercampur dalam sebuah produk. Sebenarnya yang diharamkan hanya sedikit, namun seiring dengan kemajuan teknologi saat ini ternyata bisa masuk ke produk yang dikonsumsi oleh kita,” tuturnya.

Masyarakat Indonesia lanjutnya, kini tidak perlu khawatir. Banyak produk di Indonesia sudah bersertifikat halal MUI. Sehingga dari segi halal dan thayyib sudah terjamin dan dapat menjadi pilihan masyarakat Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini