Hukum Mengonsumsi Obat Kuat Menurut Islam

Ragiel Try Julianto, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 614 2231136 hukum-mengonsumsi-obat-kuat-menurut-islam-nEbYw6OZ0i.jpg Ilustrasi obat. (Foto: Shutterstock)

BERHUBUNGAN intim bagi pasangan suami-istri adalah suatu kebutuhan. Apalagi untuk pasangan yang baru menikah dan ingin segera memiliki momongan. Namun dalam berhubungan seksual bisa terjadi suatu masalah, baik dari suami maupun istri.

Ada sebuah pertanyaan tentang berhubungan seksual, yaitu apakah minum pil atau obat kuat untuk meningkatkan kinerja seksual diizinkan dalam Islam? Berikut penjelasan beberapa dokter, seperti dikutip dari About Islam, Selasa (16/6/2020).

Dokter Muzammil Siddiqi, mantan presiden Masyarakat Islam Amerika Utara, menyatakan diperbolehkan menggunakan obat apa pun atau bahan makanan khusus untuk meningkatkan energi serta kekuatan untuk melakukan apa pun yang diizinkan menurut syariat. Namun, keseimbangan dan adab adalah aturan umum dalam Islam.

Seseorang seharusnya tidak terobsesi dengan keinginan ini dan tidak boleh terlalu sibuk dengannya. Seks adalah kebutuhan dan harus dinikmati dengan cara halal serta dengan aturan yang benar.

Harus diingat bahwa beberapa obat yang disebut "pil energi" ini memiliki efek samping dan bisa berbahaya bagi kesehatan.

Lalu Sheikh Ahmad Kutty, dosen senior dan cendekiawan Islam di Institut Islam Toronto, Ontario, Kanada, mengatakan sebagai Muslim tidak boleh terobsesi oleh hasrat seksual sendiri, tetapi harus melatih bersikap baik.

"Cara terbaik adalah bersikap adil dalam segala hal. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam selalu menekankan kesederhanaan dalam segala hal selama makan, tidur, bekerja, dan praktik seksual," ungkapnya.

Ia mengatakan, Islam mendorong Muslimin untuk memuaskan hasrat seksual dengan cara benar. Jika seseorang memiliki kondisi medis yang mencegahnya dari pemenuhan seksual, maka tentu saja diizinkan menjalani perawatan medis.

Tetapi mencoba berbagai obat untuk mendapatkan tingkat seksual lebih sama sekali tidak dianjurkan dalam Islam. Sebab, memiliki efek yang berbahaya terhadap tubuh.

Ketika seseorang mengabaikan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala, mungkin akan berakhir menderita atau keadaan buruk lainnya.

"Saya menyarankan semua orang untuk tetap pada adab karena ini adalah program terbaik," papar Sheikh.

Sementara ulama besar Arab Saudi, Sheikh Ibn Baz Rahimahullah, ketika ditanya tentang obat kuat, ia menyimpulkan bahwa menggunakan obat yang membantu hubungan seksual (antara suami dan istri) diizinkan dan tidak ada larangan hukum Islam asalkan tidak mengandung bahan yang dapat membahayakan kesehatan atau bahan yang memabukkan.

Sudah menjadi jelas sekarang bahwa mengonsumsi "pil kuat" seperti itu tidak pasti haram. Namun, orang dengan kondisi medis tertentu tidak boleh mengonsumsinya karena bisa mengancam jiwa. Bagi orang-orang ini, obat tersebut dilarang.

Dalam banyak kasus, obat kuat hanya boleh dibeli dengan resep dari dan di bawah pengawasan dokter yang dapat dipercaya yang mendiagnosis penyakit dan dengan jelas menentukan apakah ada kebutuhan untuk itu.

Ada banyak "pil kuat" di pasar, dan orang harus tahu apa yang dikandungnya dan apa efeknya baik dan buruk yang mungkin mereka miliki. Hanya dengan demikian seseorang dapat membuat keputusan menggunakannya atau tidak.

Tetapi sekali lagi, kesederhanaan dalam segala hal, termasuk kehidupan seksual, harus menjadi pilihan seorang Muslim.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini