9 Negara yang Batalkan Keberangkatan Haji Tahun Ini

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 614 2231582 9-negara-yang-batalkan-keberangkatan-haji-tahun-ini-kCabTnVcuN.jpg ilustrasi (Foto: Ist)

PEMERINTAH Arab Saudi berencana mengurangi secara drastis hingga membatalkan ibadah haji tahun ini. Negara yang telah berdiri sejak 1932 itu terpaksa membuat keputusan tersebut akibat pandemi Covid-19 sebagaimana disampaikan pejabat senior Kementerian Arab Saudi.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa otoritas Arab Saudi akan memeriksa situasi dengan cermat dan memungkinkan adanya skenario lain. Keputusan akhir terkait hal ini dipastikan akan diumumkan pekan depan.

Melansir dari laman Theislamicinformation, berikut beberapa negara yang telah mengambil keputusan pembatalan haji karena imbas pandemi Covid-19.

Baca juga: Masjid Sejuta Sejarah di Iran Direnovasi

1. Indonesia

2. Brunei Darussalam

3. Afrika Selatan

4. India

5. Malaysia

6. Perancis

7. Singapura

8. Australia

9. Selandia Baru

Haji, yang seharusnya dilaksanakan pada akhir Juli tahun ini, merupakan sebuah ritual keagamaan terbesar di dunia dengan menarik setidaknya dua juta calon jamaah yang datang ke Arab Saudi untuk menunaikan rukun Islam kelima itu.

Terkait pandemi Covid-19, otoritas setempat juga berencana untuk membatasi jumlah calon jamaah haji dari setiap negara tahun ini. Selain itu, terlepas dari ritual keagamaan utama, haji merupakan sumber pendapatan terbesar bagi Arab Saudi.

Sumber lain menyatakan bahwa terdapat data resmi yang menunjukkan penghasilan Arab Saudi dari haji dan umrah dapat mencapai 12 miliar dolar setiap tahunnya.

Baca juga: 5 Amalan Istri Pengundang Rezeki untuk Suami

Dengan meningkatnya kasus corona, Pemerintah Arab Saudi meminta negara-negara lain untuk menunda keberangkatan haji dan umrah. Lebih lanjut, tercatat bahwa beberapa pejabat tinggi Arab Saudi juga berencana membatalkan ibadah haji tahun ini.

Beberapa dari mereka bahkan menuntut adanya pembatasan jumlah tertentu dari masing-masing negara, seperti larangan memberangkatkan para orangtua serta adanya pemeriksaan kesehatan tambahan.

Dengan batasan yang ketat ini, mereka memastikan adanya kemungkinan untuk hanya mengizinkan hingga 20 persen dari total calon jamaah yang boleh diberangkatkan.

Keputusan pembatasan atau pembatalan keberangkatan haji tentu bukanlah hal menguntungkan bagi Arab Saudi, mengingat pemerintah setempat justru berencana meningkatkan kapasitas pendatang dengan membangun beberapa wisata religi.

Pangeran Mohammad bin Salman tengah berupaya menambah kapasitas umrah dan haji hingga 30 juta orang setiap tahunnya dan dapat menghasilkan pendapatan hingga 13,32 miliar dolar mulai tahun 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini