Orang-orang yang Memandikan Jasad Mulia Rasulullah

Rabu 17 Juni 2020 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 614 2231869 orang-orang-yang-memandikan-jasad-mulia-rasulullah-te8jrFFGgL.JPG ilustrasi (Foto: Ist)

UMAT muslim diwajibkan memandikan jenazah sebelum dimakamkan. Jika jenazah itu laki-laki maka memandikan adalah laki-laki atau anaknya yang terpenting mahromnya. Begitu pula sebaliknya, jika jenazahnya perempuan maka yang memandikan juga perempuan. Tak banyak orang tahu siapa yang memandikan jasad mulia Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam ketika wafat.

Melansir dari laman laduni.id, Nabi Muhammad meninggal dunia pada bulan Rabiul Awal tahun ke-11 Hijriah. Sedangkan hari dan tanggalnya masih diperdebatkan, namun yang termasyhur ialah baginda Nabi wafat pada Senin tanggal 12.

Menurut sejarah, jenazah mulia beliau tidak langsung dimakamkan karena saat itu para sahabat masih menyelesaikan urusan umat yang berkaitan dengan pengganti Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam sebagai pemimpin, sehingga jenazah beliau tidak langsung dikebumikan. Namun tetap langsung dimandikan.

Baca juga: Hukum Memanggil Orang dengan Sebutan Binatang Menurut Pandangan Islam

Disebutkan dalam Kitab Aqdliyatu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam karya Imam Muhammad bin Al-Fajr Al Qurthubi Al Maliki, Abu Abdillah bin Al Thila mengutip pernyataan Ibnu Hisyam di dalam kitab sirah-nya mengatakan bahwa sesungguhnya siapa yang memandikan dan mengurus jenazah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam yaitu Ali bin Abi Thalib, Al Fath bin Abbas, Usamah bin Zaid dan Syukron dengan tugasnya masing-masing.

Sahabat Ali bin Abi Thalib menyandarkan jasad Nabi ke dadanya kemudian Abbas dan al Fadl juga Qatsam bertugas membalikan jasad nabi, Usamah dan Syarqan bertugas mencurahkan air.

Kemudian Ali memandikannya dan Nabi Shallallahu alaihi wasallam masih dengan gamis yang beliau kenakan, kemudian Sayyidina Ali melumas dan menggosok jasad beliau Shallallahu 'alaihi wasallam tapi dari balik gamisnya yang menjadikan tangan Ali tidak menyentuh langsung jasad nabi.

Baca juga: 5 Amalan Istri Pengundang Rezeki untuk Suami

Mengapa demikian, Sayyidina Ali berkata: “Demi bapak dan ibuku, betapa wanginya engkau tidak ada yang lebih wangi darimu baik semasa hidup ataupun setelah meninggal,”.

Abu Abdillah bin Al Thila mengungkapkan bahwa nabi dimandikan di sumur milik Sa’id bin Jatsamah di Desa Quba’ dan sumur tersebut disebut dengan sumur Al Quds. Hal senada juga dituturkan oleh Imam Abu Al Hasan, Ali bin Abi al-Karim, Muhammad bin Muhammad bin Abdul Karim bin Abdul Wahid Al-Syaibani Al-Jazari dalam kitabnya Al Kamil Al Tarikh.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dalam kitab sejarah Imam Ibnu Katsir yaitu kitab Sirah Ibnu Katsir, beliau mengutip pernyataan Imam Ahmad berikut ini:

ﻭ ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ : ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻳﻌﻘﻮﺏ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺃﺑﻲ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ ﺣﺪﺛﻨﻰ ﺣﺴﻴﻦ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﻋﻜﺮﻣﺔ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻗﺎﻝ : ﺍﺟﺘﻤﻊ ﺍﻟﻘﻮﻡ ﻟﻐﺴﻞ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻭ ﻟﻴﺲ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺇﻻ ﺃﻫﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺍﻟﻌﺒﺎﺱ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻤﻄﻠﺐ ﻭ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻃﺎﻟﺐ ﻭ ﺍﻟﻔﻀﻞ ﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻭ ﻗﺜﻢ ﺑﻦ ﺍﻟﻌﺒﺎﺱ ﻭ ﺃﺳﺎﻣﺔ ﺑﻦ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺣﺎﺭﺛﺔ ﻭ ﺻﺎﻟﺢ ﻣﻮﻻﻩ ﻓﻠﻤﺎ ﺍﺟﺘﻤﻌﻮﺍ ﻟﻐﺴﻠﻪ ﻧﺎﺩﻯ ﻣﻦ ﻭﺭﺍﺀ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻭﺱ ﺑﻦ ﺧﻮﻟﻲ ﺍﻷﻧﺼﺎﺭﻱ ﺃﺣﺪ ﺑﻨﻲ ﻋﻮﻑ ﺑﻦ ﺍﻟﺨﺰﺭﺝ ـ ﻭ ﻛﺎﻥ ﺑﺪﺭﻳﺎ ـ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻃﺎﻟﺐ ﻓﻘﺎﻝ : ﻳﺎ ﻋﻠﻲ ﻧﻨﺸﺪﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﺣﻈﻨﺎ ﻣﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﻋﻠﻲ : ﺍﺩﺧﻞ ﻓﺪﺧﻞ ﻓﺤﻀﺮ ﻏﺴﻞ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻭ ﻟﻢ ﻳﻞ ﻣﻦ ﻏﺴﻠﻪ ﺷﻴﺌﺎ . ﺳﻴﺮﺓ ﺍﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ

Artinya: Dari Imam Ahmad berkata: bercerita kepada kami Ya’kub, telah bercerita kepada kami bapakku dari Ibnu Ishaq, telah bercerita kepadaku Husain bin Abdillah dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata: “Sekelompok orang telah berkumpul untuk memandikan jenazah Nabi, dan tidak ada selain keluarga di dalam kediaman beliau, yaitu ‘Abbas bin Abdul Muthallib, Ali bin Abi Thalib, al Fadl bin ‘Abbas, Qatsam bin al ‘Abbas, Usamah bin Zaid bin Haritsah, dan Shalih. Dan pada saat semuanya telah siap untuk memandikan jenazah nabi, tiba-tiba sahabat Aus bin Khauli (dari golongan sahabat Anshar) berteriak memanggil sayyidina Ali: “Wahai Ali, demi Allah aku juga mendapat bagian dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Sayyidina Ali menjawab: “Masuklah.”

Maka ia pun masuk dan menghadiri prosesi pemandian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya