Share

Perempuan Salihah Akan Mendapat Ketaatan Abadi

Kamis 18 Juni 2020 21:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 330 2232564 perempuan-salihah-akan-mendapat-ketaatan-abadi-ape2qLVZXm.jpg Ilustrasi Muslimah. (Foto: Istimewa/NPR)

SEMUA Muslimah mendambakan menjadi salihah. Banyak keutamaan menjadi perempuan yang taat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Kedudukannya pun akan lebih tinggi dibanding lainnya. Segala kebaikan dan pahala bakal diberikan kepadanya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ

Artinya: "Karena itu maka wanita yang salihah adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Allah telah memelihara mereka." (QS An-Nisaa: 34)

Mengutip dari Sindonews, Kamis (18/6/2020), perempuan salihah adalah yang istiqamah dalam meniti minhaj Allah Subhanahu wa ta'ala yang telah menempatkannya untuknya. Seorang perempuan salihah pasti taat kepada Allah.

Qoniitatun atau Al Qunut yang tertulis dalam An-Nisaa Ayat 34 tersebut berarti ketaatan abadi kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Dari kata itu muncul istilah qunut saat Sholat Subuh yang biasa dilakukan dan dipakai kita berdoa dan berdiri selama mungkin. Ini bisa dinisbatkan dalam arti ketaatan.

Jadi, perempuan yang taat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala artinya tunduk hadapan Allah. Tunduk di hadapan Allah. Dia juga mengikuti minhaj Allah dan menerima perintah Allah yang telah ditetapkannya untuknya, bahwa kaum lelaki adalah Qawwam (penanggung jawab) kaum perempuan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, "Sebab itu maka wanita yang saleha adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada." (QS An-Nisaa: 34)

Apabila seorang perempuan atau istri dapat memelihara diri ketika suaminya tidak ada, maka hal itu menunjukkan kehormatannya masih terjaga.

Saat perempuan dilepaskan oleh yang melindungi kehormatannya seperti bapak untuk putrinya atau anak untuk utusan atau suami untuk berbicara, maka setiap perempuan yang berada di wilayah seseorang, dia harus menyelamatkan diri saat pelindungnya tidak ada.

Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ketika menyebutkan, siapa itu perempuan salihah itu, beliau bersabda:

"Dunia adalah harta benda dan sebaik-baik harta benda dunia adalah wanita."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dalam hadis yang lain seperti dinukil dari buku Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya'Rawi, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah menetapkan kriteria wanita salehah dengan bersabda: "Sebaik-baik wanita adalah wanita yang menyenangkan jika diminta, ditanyakan saat dituntut dan tidak ada yang terkait dengan diri dan hartanya dengan apa yang dibenci."

Kata-kata "menyenangkan jika dilihat" jangan hanya dipahami sebagai masalah kecantikan saja atau kecantikan fisik. Bukan hanya itu maksudnya.

Saat Anda melihatnya, perhatikan sifat baik yang terkumpul padanya. Jangan hanya memerhatikan beberapa sifat dan mengabaikan sifat yang lain. Sebab, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam telah memperingatkan tentang hal itu.

Rasullulah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka ambillah yang memiliki agama, maka kamu akan beruntung."

Maka itu, jangan hanya melihat satu sisi kecantikan. Akan tetapi lihat semua sisi yang ada padanya. Apabila hanya melihat salah satu sisi saja, yaitu sisi kecantikannya, maka akan menemukan bahwa kecantikan adalah unsur yang paling tidak ternilai dari sosok seorang perempuan. Karena kecantikan umurnya sangat pendek dan akan hilang setelah beberapa saat.

Seorang istri akan tergolong sebagai "Wanita yang menjaga dirinya saat suaminya tidak ada", bukan karena keinginan atau pilihannya sendiri, akan tetapi karena minhaj yang telah ditetapkan Allah Subhanahu wa ta'ala baginya agar dapat menjaga diri saat suami tidak ada.

Apakah minhaj Allah tersebut? Hendaknya ia menjaga kehormatan diri dan harta suaminya saat dia tidak ada di rumah. Dia harus mengetahui apa saja yang dapat menimbulkan fitnah dalam keluarga, sehingga ia dapat mencegahnya.

Jika seorang istri terpaksa keluar rumah, maka hendaklah ia menjaga pandangannya. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ

Artinya: "Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menhan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak daripadanya." (QS An-Nur: 31)

Wallahu A'lam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini