Dilarang dalam Islam, Ini Bahaya Perkawinan Sedarah Secara Medis

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 614 2232886 dilarang-dalam-islam-ini-bahaya-perkawinan-sedarah-secara-medis-xcEORJ9N5v.jpg ilustrasi (stutterstock)

PENGADILAN Agama Sragen, Jawa Tengah, membatalkan perkawinan sedarah atau incest pasangan berinisial SH dan SK. Paman dan keponakan itu sudah enam tahun menikah dan memiliki dua anak, sebelum pernikahan dibatalkan.

Islam jelas melarang perkawinan sedarah. "Pernikahan sedarah haram, jadi harus dibatalkan," kata Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Yunahar Ilyas.

Pernikahan sedarah diharamkan karena membawa banyak mudarat. Dari sisi medis juga bahaya.

Psikolog Endang Widyorini mengatakan, pernikahan sedarah berpotensi melahirkan anak cacat. "Ada kemungkinan melahirkan anak cacat, probabilitas hingga 40 persen," katanya beberapa waktu lalu.

"Kecacatan bisa beberapa aspek perkembangan. Bisa intelegensinya rendah, fisik, atau psikologis lainnya," ujar Endang.

Baca juga: Heboh Incest di Sragen, Begini Hukum Perkawinan Sedarah Menurut Islam

Dilansir dari Psychology Today, psikolog Jonathan Haidt menilai pada umumnya, hubungan sedarah berdampak buruk bagi populasi atau keturunan dari hasil perkawinan tersebut. Keturunan dari perkawinan sedarah berpeluang sangat tinggi untuk lahir dengan cacat bawaan serius.

Incest dianggap sebagai masalah kemanusiaan karena praktik ini membuka kesempatan yang lebih besar bagi keturunannya untuk menerima alel resesif merusak yang dinyatakan secara fenotip.

Singkatnya, seorang keturunan dari perkawinan sedarah akan memiliki keragaman genetik yang sangat minim dalam DNA-nya karena DNA turunan dari ayah dan ibunya adalah mirip.

Kurangnya variasi dalam DNA dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda, termasuk peluang mendapatkan penyakit genetik langka albinisme, fibrosis sistik, hemofilia, dan sebagainya.

Efek lain dari perkawinan sedarah termasuk peningkatan infertilitas (pada orangtua dan keturunannya), cacat lahir seperti asimetri wajah, bibir sumbing, atau kekerdilan tubuh saat dewasa, gangguan jantung, beberapa tipe kanker, berat badan lahir rendah, tingkat pertumbuhan lambat, dan kematian neonatal.

Satu studi menemukan bahwa 40 persen anak hasil hubungan sedarah antara dua individu tingkat pertama (keluarga inti) lahir dengan kelainan autosomal resesif, malformasi fisik bawaan, atau defisit intelektual yang parah.

Mewariskan penyakit sama

Untuk kasus incest, risiko pasangan membawa gen rusak menjadi sangat tinggi. Setiap keluarga kemungkinan besar memiliki gen penyakit tersendiri (misalnya diabetes), dan perkawinan sedarah adalah kesempatan bagi dua orang carrier dari gen rusak untuk mewarisi dua salinan gen yang rusak kepada anak-anaknya. Pada akhirnya, keturunan mereka dapat memiliki penyakit tersebut.

Kurang variasi DNA, sistem tubuh melemah

Anak-anak dari perkawinan sedarah memiliki rantai DNA yang tidak variatif dan alel MHC sedikit jumlahnya atau keragamannya.

Memiliki alel MHC yang terbatas akan membuat tubuh kesulitan mendeteksi beragam material asing, sehingga individu tersebut akan lebih cepat jatuh sakit karena sistem imun tibuhnya tidak dapat bekerja optimal untuk memerangi beragam jenis penyakit. Hasilnya, orang yang sakit-sakitan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya