3 Strategi Tingkatkan Daya Saing Industri Halal

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 614 2233153 3-strategi-tingkatkan-daya-saing-industri-halal-PaYdHIPJR3.JPG ilustrasi (Foto: Ist)

DIREKTUR Bidang Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Afdhal Aliasar mengatakan ada tiga hal yang perlu dilakukan pelaku usaha dan industri halal Indonesia untuk meningkatkan daya saing.

Pertama, meningkatkan kualitas yang dihasilkannya agar memenuhi standar pasar internasional. Kedua, memenuhi kapasitas produksi, sehingga skill dalam production harus memadai.

“Ketiga, harus ada continuity, yaitu produknya selalu diproduksi sehingga selalu ready stock secara berkesinambungan," terang Afdhal saat menjadi narasumber dalam acara Academic-Business-Government (ABG) Gathering on Halal, dilansir dari website Kemenag, Jumat (19/6/2020).

Baca juga: 4 Alasan Kucing Jadi Hewan Kesayangan Nabi Muhammad

Kegiatan yang digelar secara dalam jaringan (daring) ini mengangkat tema 'Industri Halal, UMKM dan Daya Saing Ekonomi Nasional'. Afdhal menerangkan, industri halal di Indonesia telah mengalami perkembangan cukup menggembirakan. Bahkan, pada 2019 lalu menjadi tahun achievement di sektor ekonomi syariah dan industri halal Indonesia.

“Pada Mei 2019 lalu, Bapak Presiden telah melaunching masterplan ekonomi syariah Indonesia, di mana di dalamnya terdapat penguatan Halal Value Chain," tuturnya.

Menurut Afdhal, pemerintah juga sangat serius mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan memperbaiki dan mengembangkan sektor ekonominya.

Baca juga: Amalkan Doa Ini saat Subuh agar Selamat Dunia-Akhirat

Senada, Dirjen IKM Kementerian Perindustrian, Sri Yunianti berujar bahwauntuk menembus pasar ekspor, pelaku industri perlu memenuhi prasyarat mutu dan juga kontinuitas ketersediaan produk.

"Untuk ekspor yang harus kita berdayakan bersama agar IKM bisa berdaya saing ekspor, selain prasyarat mutu juga prasyarat kontinuitas produksinya," ujar Sri.

Saat ini pangsa pasar produk IKM memang masih didominasi pasar lokal dalam negeri. Dari 4,4 juta IKM di Indonesia, lanjut Sri, sebagian besarnya adalah industri kecil (98 persen) mayoritas industri rumah tangga. Dan dari produksi IKM, 98 persen pasarnya adalah pasar dalam negeri, atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan lokal.

Sri menambahkan, salah satu kendala industri halal yang dihadapi adalah bahan baku yang masih mengandalkan bahan impor.

"Ingredient produk halal masih kebanyakan impor, padahal kita punya potensi besar untuk mensubsitusi bahan-bahan baku impor tersebut. Karena itu, Kemenperin berupaya meningkatkan substitusi impor ini untuk dipenuhi di dalam negeri, dengan pemberdayaan semua sektor dari hulu ke hilir," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini