Baca Doa Ini saat Galau dan Kesepian Biar Hati Tenang

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 21:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 618 2233106 baca-doa-ini-saat-galau-dan-kesepian-biar-hati-tenang-jCqq9th3LJ.jpg ilustrasi (stutterstock)

KESEPIAN dan kegalauan sering dialami setiap manusia. Pangkal masalahnya adalah hati sedang tidak nyaman dan tentram baik karena pekerjaan, petemanan, rumah tangga, dan lainnya.

“Padahal jelas manusia tidak pernah sendirian, dia tidak akan kesepian jika selalu menghadirkan Allah dalam hatinya,” ujar Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone.

Allah berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar-Ra’du, ayat 28).

Baca juga: Allah SWT Begitu Dekat, Kenapa Kita Sering Tak Menyadari? 

Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, ketika sedang merasa sendirian lebih baik memperbanyak istighfar kepada Allah, serta selalu berdoa agar senantiasa dilindungi dalam kondisi apapun. Ada beberapa doa yang biasa dibaca Nabi ketika sedang sendirian, yaitu:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ

Allahumma Innii ‘Abduka, ibnu ‘Abdika, ibnu Amatika, Naashiyati Biyadika, Maadhin fiyya Hukmuka, ‘Adlun fiiya Qodlo-uka, As-aluka Bikulli Ismin, Huwa Laka, Sammaita Bihi Nafsaka, Au Anzaltahu fii Kitaabika, Au ‘Allamtahu Ahadan Min Kholqika, Awista’tsarta Bihi Fii ‘ilmil Ghoibi ‘indaka, An Taj’alal Qur’ana Robii’a Qolbi wa Nuuro shodri, wa Jala-a Huzni, wa Dzahaaba Hammii


Artinya:”Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (anak keturunan nabi Adam) dan anak hamba perempuan-Mu (Hawa, istri nabi Adam). Ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, Qodho-Mu (takdir dan ketetapan-Mu) kepadaku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diri-Mu, yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.” (HR. Ahmad)

“Tinggal diistikamahkan dalam setiap doa dan permohonan kita, mana yang mampu dan bersungguh-sungguh agar Allah mengijabahi doa-doa kita,” pungkas Ustadz Ainul.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini