Sekadar diketahui, Pondok Pesawat memiliki 210 santri ini, tahap pertama baru akan datang sejumlah 44 orang, selebihnya pada tahap-tahap berikutnya.
Selain itu juga memiliki pendidikan formal MI VIP dan SMP VIP, namun belum akan memulai pembelajaran tatap muka untuk pendidikan formalnya. Bila protokol kesehatan bisa dipatuhi, maka pondok pesantren akan menjadi tempat belajar yang aman dari penularan Covid-19.
“Saya berharap gugus tugas percepatan penanganan covid-19 yang dibentuk pondok, selalu melakukan pemantauan terhadap kepatuhan santri dalam menerapkan protokol Kesehatan,” pungkasnya.
(Rizka Diputra)