4 Keistimewaan Rasulullah yang Tidak Dimiliki Manusia Lain

Minggu 28 Juni 2020 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 28 614 2237773 4-keistimewaan-rasulullah-yang-tidak-dimiliki-manusia-lain-VlaOKmDpzd.jpg Ukiran nama Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. (Foto: Istimewa)

NABI Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam merupakan sosok yang patut diagungkan karena memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh manusia lain. Allah Subhanahu wa ta'ala mengaruniai Rasulullah dengan akhlak terpuji dan sifat-sifat mulia.

Keistimewaan ini menjadi tanda bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam adalah orang terpilih. Maka itu, ulama sering menyebut Rasulullah dengan sebutan "Basyarun Laa Kal-Basyar" atau manusia yang bukan seperti manusia.

Allah Subhanahu wa ta'ala memberikannya mukjizat dan tanda kebesaran-Nya sebagai bukti kenabian Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Sejak lahir, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam tanpa aib dan sudah dikhitan sampai bisa berkomukasi dengan malaikat. Manusia tidak dituntut untuk bisa seperti beliau, tetapi diperintahkan meneladani akhlak dan mengikuti ajaran dan sunnah-sunnahnya. Inilah bentuk keadilan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Mengutip dari Sindonews, Minggu (28/6/2020), dalam buku 'Manusia yang Tidak seperti Manusia', Ustadz Ahmad Zarkasih Lc, pengajar Rumah Fiqih Indonesia, mengemukakan 7 keistimewaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

Kaligrafi tulisan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. (Foto: Istimewa)

1. Keringat Nabi Muhammad jadi minyak wangi

Dalam hadis yang diceritakan oleh Anas bin Malik Radhiyallahu anhu dan ini disampaikan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, beliau bercerita tentang ibunya yang menjadikan keringat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sebagai minyak wangi.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, beliau mengatakan: "Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam masuk ke rumah kami dan beliau qailulah (tidur siang) di tempat kami. Ketika tidur itu, Nabi berkeringat, kemudian ibuku datang membawa botol, dan keringat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ditampung ke dalam botol itu. Kemudian ketika Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bangun dari tidurnya, beliau bertanya kepada ibuku: 'Wahai Ummu Sulaim, apa yang sedang engkau perbuat?'. Ummu Sulaim mengatakan: 'Ini keringatmu, wahai Rasulullah, aku jadikan minyak wangi. Dan ini adalah minyak wangi yang paling wangi'." (HR Muslim)

2. Ludah Nabi Muhammad sebagai obat

Diungkapkan oleh banyak perawi hadis, Sahabat Thalq bin 'Ali mengaku pernah digigit kalajengking di kakinya. Lalu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam meludahi kakinya pada bagian yang digigit itu dan mengusapnya. Seketika hilang sakit dan berhenti darahnya keluar.

Thalq bin Ali mengatakan: "Aku digigit oleh kalajengking ketika aku di dekat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam lalu Beliau meludahi kaki dan mengusapnya." (HR Ahmad dan Ibn Hibban)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Tidak memiliki bayangan

As-Sayyid Muhammad bin 'Alawi bin 'Abbas al-Maliki, ulama kenamaan Makkah Al Mukarramah, dalam kitabnya 'Mafahim Yajib an Tushahah' menyebutkan beberapa kekhususan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

Di antaranya adalah bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tidak memiliki bayangan. Sebab memang beliau adalah cahaya, dan cahaya tidak pernah memilki bayangan.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam tidak memiliki bayangan, dan tidak juga ketika ada sinar matahari. Tidak adanya bayangan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam disebabkan beliau adalah cahaya, bukan karangan semata.

Ini didukung oleh doa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang meminta kepada Allah Subhanahu wa ta'ala untuk dijadikan sebagai cahaya.

Ini disebutkan oleh Imam Muslim dalam Kitab hadis yang menjelaskan tentang bacaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dalam doa di sujudnya: "Ya Allah jadikanlah di dalam hatiku cahaya, di pendengaranku cahaya, dalam penglihatanku cahaya, di sebelah kananku cahaya, sebelah kiriku juga cahaya di depanku cahaya, dan di belakangku cahaya, serta di atasku cahaya, juga di bawahku cahaya dan jadikanlah untukku cahaya", atau (riwayat lain) "jadikanlah aku cahaya." (HR Muslim)

4.Tidurnya hanya tidur mata

Suatu waktu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya oleh istrinya Aisyah Radhiyallahu anha tentang tidurnya selepas Sholat Witir. 'Aisyah bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur setelah Sholat Witir?" Beliau menjawab: "Betul, Aisyah. Sesungguhnya mataku tertidur akan tetapi hatiku tidak pernah tidur." (HR Malik)

Ini sejalan dengan apa yang disebutkan oleh beliau sendiri bahwa para Nabi Allah Subhanahu wa ta'ala tidaklah tidur kecuali hanya mata mereka yang terpejam. Sedangkan hati mereka tidak pernah tidur dari berzikir kepada Allah Ta'ala.

"Dan begitu juga para Nabi Allah tidur hanya matanya saja sedangkan hatinya tidak pernah tidur." (HR Al-Bukhari)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya