Nikmat yang Kerap Membuat Manusia Tertipu

Senin 29 Juni 2020 22:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 330 2238496 nikmat-yang-kerap-membuat-manusia-tertipu-lorKlhmVd7.jpg ilustrasi (Foto: Thehealthsite)

NIKMAT merupakan anugerah Allah yang patut disyukuri. Sebagai hamba yang baik, selain mensyukuri nikmat, kita sejatinya tidak mengeluh terhadap apa yang menjadi ketetapan Allah.

Namun, seringkali manusia lalai terhadap nikmat yang diberikan Rabb-nya sehingga ia semakin jauh dari keberkahan.

Terdapat dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh manusia. Sebagaimana diterangkan Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu. Disebutkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Artinya: "Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang," (HR. Bukhari No. 6412).

Melansir dari laman Sindonews, disebutkan pula bahwa dari Abu Barzah, Nabi Muhammad bersabda :

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

Artinya: "Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada hari kiamat, sehingga Allah akan menanyakan tentang 4 perkara:

1. Tentang umurnya dihabiskan untuk apa.

2. Tentang ilmunya diamalkan atau tidak.

3. Tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia habiskan.

4. Tentang tubuhnya, lelahnya untuk apa," (HR. At-Tirmidzi).

Adapun hadits lainnya dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah berujar:

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Artinya: "Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara :

1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu.

2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.

3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu.

4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.

5. Hidupmu sebelum datang matimu," (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadraknya 4 : 341).


(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini