Lembaga Amil Zakat Siap Bertransformasi ke Era Digital

Pristia Astari, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 614 2238157 lembaga-amil-zakat-siap-bertransformasi-ke-era-digital-OTVJAOWR3n.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BERDASARKAN hasil riset Forum Zakat (FOZ) dan Filantropi Indonesia (FI) menunjukkan bahwa Lembaga Amil Zakat (LAZ) telah siap memasuki era digital. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berdampak positif pada kinerja LAZ dan pengelolaan zakat.

Namun, perolehan dana zakat yang digalang melalui platform digital masih kecil dibanding metode konvensional. Hal itu disebabkan kapasitas masyarakat masih rendah dan belum terbiasa menyalurkan zakat secara digital.

Direktur Eksekutif FI, Hamid Abidin mengungkapkan, riset ini dilakukan sebagai bentuk komitmen FI dan FOZ dalam memajukan sektor filantropi, khususnya filantropi Islam di indonesia. Topik riset sangat relevan karena pesatnya perkembangan TIK mengharuskan semua pihak, termasuk Lembaga Amil Zakat, untuk menyiapkan diri dalam memasuki era digital.

Baca juga: Protes Imam Masjid, Jamaah Sholat di Depan Warung Kopi

"Tuntutan ini menemukan momentumnya saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia yang memaksa pembatasan interaksi secara langsung dan mendorong sebagian besar aktivitas beralih ke dunia maya atau digital," kata Hamid dalam konferensi pers secara virtual bertema "Kesiapan LAZ Dalam Menghadapi Era Digital" via Zoom, Senin (29/6/2020).

Sedangkan Ketua Umum FOZ, Bambang Suherman menyebut bahwa Lembaga Amil Zakat sudah siap dalam memasuki era digital. Kesiapan tersebut dilihat dari beberapa indikator, yakni kesiapan Lembaga, kesiapan SDM, kesiapan informasi dan Kesiapan infrastruktur TIK.

Hasil riset menunjukkan mayoritas pengelola LAZ (78%) menyatakan kesiapannya bertransformasi ke era digital. Kesiapan itu tercermin dari pandangan mereka bahwa penggunaan TIK sangat penting (84%) dan mendukung (88%) pengelolaan ZIS (zakat, infaq dan shodaqoh).

"Keseriusan juga terlihat dari jumlah LAZ yang memiliki akses internet di kantor (96%) dan mengelola kanal media digital (97%). Mayoritas LAZ juga memiliki SOP (standart operational procedure) yang mengatur penggunaan platform digital dalam pengelolaan ZIS,” kata Bambang.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Terkait kesiapan SDM, lanjut Bambang, hasil riset menggambarkan bahwa mayoritas amil LAZ punya kapasitas dalam memanfaatkan platform digital. Kesiapan SDM LAZ juga dilihat dari eksistensi divisi IT yang ada di sebagian besar LAZ (63%). Bahkan, 54% dari LAZ yang jadi responden secara khusus memiliki divisi digital marketing.

“Para pengelola LAZ juga menaruh perhatian terhadap pengembangan kapasitas digital amil. Hal ini ditunjukkan oleh 69% LAZ yang mengembangkan program peningkatan kompetensi amil digital, sementara yang mengalokasikan anggaran khusus untuk pengembangan SDM mencapai 86%,” terangnya.

Pemaparan hasil riset ini turut dihadiri Co-Chair Badan Pengarah FI, Erna Witoelar dan Ketua Umum FOZ, Bambang Suherman. Riset dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, serta melibatkan 104 lembaga amil zakat dan para stakeholder kunci gerakan zakat Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya