Abadi di Alquran, Cinta Adalah Anugerah Allah kepada Manusia

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 30 614 2239009 abadi-di-alquran-cinta-adalah-anugerah-allah-kepada-manusia-ehlbY9v48G.jpg ilustrasi (stutterstock)

CINTA adalah anugerah Allah SWT kepada seluruh manusia. Dengan adanya cinta, maka manusia akan saling menyayangi, menghargai, berbuat baik antarsesama termasuk dengan lingkungan sekitar sebagaimana dalam tuntunan Islam.

"Cinta terhadap lawan jenis, cinta harta, cinta anak adalah naluri insaniyah yang Allah berikan sebagai nikmat, dan yang terpenting tidak mengalahkan cinta kepada Allah dan RasulNya, serta agama," ujar Sekretaris Dewan Keluarga Masjid (DKM), Masjid El Syifa Ciganjur, Ustadz Hadi Saifullah saat dihubungi Okezone, Selasa (30/6/2020).

 Baca juga: 6 Perbuatan yang Merusak Hati

Ternyata dalam Alquran pun tertulis tentang jatuh cinta, yaitu dalam Surah Al Imran ayat 14. Allah SWT berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ

Zuyyina lin-nāsi ḥubbusy-syahawāti minan-nisā`i wal-banīna wal-qanaṭīril-muqanṭarati minaż-żahabi wal-fiḍḍati wal-khailil-musawwamati wal-an'āmi wal-ḥarṡ, żālika matā'ul-ḥayātid-dun-yā, wallāhu 'indahụ ḥusnul-ma`āb

 

Artinya: "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (QS. Al Imran:14).

Lebih lanjut, apalagi jika cinta itu dijalin oleh pasangan yang sudah menikah. Maka mereka akan mendapatkan pahala karena termasuk salah satu ibadah dalam membangun rumah tangga.

Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Yā ayyuhan-nāsuttaqụ rabbakumullażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa khalaqa min-hā zaujahā wa baṡṡa min-humā rijālang kaṡīraw wa nisā`ā, wattaqullāhallażī tasā`alụna bihī wal-ar-ḥām, innallāha kāna 'alaikum raqībā

 

Artinya: "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu," (QS. An Nisa: 1).

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini