JK: Masjid Harus Memakmurkan Masyarakat dan Menyatukan Peradaban

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 614 2243223 jk-masjid-harus-memakmurkan-masyarakat-dan-menyatukan-peradaban-cBO3zZDfKs.jpg Ketua DMI Jusuf Kalla. (Foto: Okezone)

KETUA Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengatakan kehadiran masjid harus membentuk suasana menjadi makmur bagi masyarakat dari segi ilmu pengetahuan dan juga ekonomi. Kedua hal tersebut merupakan kunci tumbuhnya suatu peradaban, khususnya Islam.

"Masjid harus memakmurkan masyarakat, apa yang dimakmurkan? Ilmu pengetahuan dan ekonomi, karena itu yang menyatukan adanya peradaban," ujar JK dalam webinar nasional bertajuk 'Membangun Peradaban Islam Berbasis Masjid', Rabu (8/7/2020).

Baca juga: Wapres: Peradaban Islam Dibangun dari Masjid 

Ia menerangkan, jika sebuah negara yang memiliki peradaban tanpa didasari ilmu pengetahuan dan ekonomi kuat maka nantinya tidak akan bisa mewujudkan, atau merangkai peradaban yang baik. Namun berbeda dengan masjid, di mana tempat tersebut dapat berfungsi untuk berbagai hal.

Lebih lanjut JK menuturkan, di Indonesia banyak masjid yang membuat sekolah atau universitas. Begitu juga sebuah lembaga pendidikan, membangun masjid sebagai sarana ibadah serta kegiatan lainnya yang melibatkan kemaslahatan masyarakat.

JK pun mengapresiasi dengan adanya masjid di sarana pendidikan. Secara tidak langsung dapat mengintregasikan ilmu pengetahuan dan peribadatan, serta kegiatan lainnya.

"Kami (DMI) selalu mengupayakan, bagaimana masjid memakmurkan masyarakatnya. Apabila bicara peradaban, tentu kita harapkan bagaimana pengembangan ilmu," ucapnya.

Baca juga: Anjuran Rasulullah Dahulukan Kaki Kanan saat Masuk Masjid 

Dia menjelaskan, masjid bukan hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, namun bisa digunakan untuk menambah pengetahuan.

"Kita ke masjid bukan hanya ibadah, tapi meningkatkan pengetahuan kita. Mendorong, bagaimana masjid itu dapat memajukan masyarakat," ujarnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

JK melanjutkan, setelah mempelajari karakteristik masjid-masjid di Indonesia didapat kesimpulan bahwa kebanyakan masjid tidak hanya digunakan sebagai rumah ibadah, akan tetapi juga mendengarkan kajian.

Baca juga: Keutamaan Doa Masuk dan Keluar Masjid 

Masjid Istiqlal. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

"Setelah mempelajari ke seluruh Indonesia, saya mendapat kesimpulan bahwa di masjid itu 80 persen mendengarkan, 20 persen ibadah. Mendengarkan ceramah, khotbah, tausiyah, diskusi," tuturnya.

Ia menambahkan, hal ini sesuai dengan moto DMI yakni 'Memakmurkan dan Dimakmurkan' dengan tujuan membangun serta memelihara masjid supya menjadi makmur.

Baca juga: Jalan Menuju Masjid, Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya