Baca Doa Ini agar Terhindar dari Sifat Malas

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 09 Juli 2020 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 618 2243926 baca-doa-ini-agar-terhindar-dari-sifat-malas-dVDWCCYRQ1.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

KETUA Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya mengatakan, manusia diciptakan sebagai makhluk yang lemah dan bergantung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Kemudian adanya sifat malas, seperti ingin selalu tidur atau rebahan adalah salah salah satu kelemahan manusia.

"Dan kita juga tidak dituntut menjadi manusia yang lemah, namun kita dituntut meminta kekuatan dalam menjalani kehidupan, aktivitas di dunia ini kepada Allah SWT," katanya saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan, untuk itu ketika merasa lelah dan khawatir terhadap segala sesuatu yang belum jelas maka hendaknya meminta pertolongan kepada Allah yang Maha segalanya.

Baca juga: Memahami Ayat-Ayat Qauliyah dan Kauniyah

Berikut ini doa menghindarkan dari sifat malas dan selalu ingin rebahan:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

(Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat).

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, serta bencana kehidupan dan kematian"(HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706).

Sifat malas juga merupakan perbuatan setan, sehingga manusia akan lalai terhadap segala sesuatu dan lebih memilih rebahan saja. Misalnya malas mencari pekerjaan, mengakhirkan waktu sholan dan lainnya.

Dikutip dari website Tebuireng Online, ada salah satu hadist yang menjelaskan faktor penyebab munculnya rasa malas dan cara mengatasinya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ، فَارْقُدْ فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ» رواه البخاري فى صحيحه

Artinya: “Setan mengikat pada tengkuk kepala seseorang kalian manakala ia tidur dengan tiga ikatan, yang ia buat tempatnya pada tiap ikatan (dengan mengatakan): “Bagimu malam yang panjang maka tidurlah”. Maka jika ia bangun lantas berdzikir kepada Allah terbukalah satu ikatan, kemudian jika ia berwudhu terbukalah satu ikatan lagi, kemudian jika ia sholat maka terbukalah seluruh ikatan, maka iapun di pagi hari dalam keadaan bersemangat dan baik jiwanya. Namun kalau tidak demikian maka ia di pagi hari dalam keadaan jelek jiwanya lagi pemalas,” (Shahih Al-Bukhari 1143).

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini