Cerita Felix Siauw Bermimpi ke Hagia Sophia saat Tulis Buku Muhammad Al-Fatih

Sabtu 11 Juli 2020 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 614 2244930 cerita-felix-siauw-bermimpi-ke-hagia-sophia-saat-tulis-buku-muhammad-al-fatih-ila261utFO.jpg Ustadz Felix Siauw dan istri Ummu Alila (Instagram)

PEMERINTAH Turki resmi mengubah status Hagia Sophia dari museum menjadi masjid. Pendakwah Ustadz Felix Siauw memiliki cerita tersendiri tentang bangunan berusia hampir 1500 tahun bekas Katedral yang berada di Kota Istanbul tersebut.

“Salah satu keinginan terbesar saya ketika menulis buku "Muhammad Al-Fatih 1453", adalah sujud di Masjid Hagia Sophia. Padahal saat itu, pergi ke Istanbul pun belum pernah,” katanya melalui akun Instagram @felixsiauw, Sabtu (11/7/2020).

Sultan Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II merupakan Khalifah Turki Utsmani penakluk Konstantinopel yang kemudian diubah namanya jadi Istanbul. Ia kemudian mengubah Hagia Sophia, Katedral terbesar di dunia kala itu, menjadi masjid pada 1453 Masehi.

Felix menuturkan, awal 2013 impiannya berkunjung ke Hagia Sophia bersama istrinya Ummu Alila terkabul. “Saya dan @ummualila menangis di depan pelatarannya, terkilas jelas upaya Sultan Mehmed II membebaskannya,” tulis Felix.

Baca juga: Diubah Jadi Masjid, Begini Sejarah Hagia Sophia

Menurutnya, 825 tahun sebelumnya, Rasulullah bersabda, "Pasti akan dibebaskan Konstantinopel oleh kalian, sebaik-baik pemimpin adalah dia, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan itu."

Hadist Nabi itu terbukti dan jadi kenyataan pada 1453 saat pasukan Mehmed II merebut Konstantinopel dari kekuasaan Kekaisaran Byzantium.

Felix mengatakan, bagi kaum Muslim, Hagia Sophia bukan hanya masjid, ia simbol kebenaran sabda Rasulullah Muhammad, ia adalah pengingat sekaligus penyemangat, "Kızıl Elma" dalam keyakinan Utsmani, pencapaian dan penghargaan tertinggi secara kolektif

Saat Fatih Sultan Mehmed (Al-Fatih) membebaskan Konstantinopel, ini adalah tempat pertama yang ia kunjungi.

Baca juga: Ini Alasan Betapa Pentingnya Hagia Sophia 

Sejarah mencatat, ia memandang Hagia Sophia yang megah, turun dari kudanya, melepas helm perangnya, lalu bersujud ke arah kiblat, mengambil segenggam tanah Konstantinopel lalu menaburkan keatas kepalanya. Simbol kerendahan hati, bahwa dia hanya tanah.

Hari itu, Selasa 29 Mei 1453, pagi hari saat matahari terbit, Konstantinopel dibuka, perintah pertama Al-Fatih adalah fungsikan Hagia Sophia menjadi tempat sholat.

Maka hari yang sama, saat matahari mulai kehilangan sinarnya, waktu Ashar, janji itu sempurna, adzan berkumandang di langit Konstantinopel. Isak tangis dan haru menjadi pelengkapnya.

Namanya diperindah, Masjid Ayasofya. Tempat terindah di seluruh muka bumi itu, arsitektur paling ternama yang pernah dibuat itu, disaat yang sama adalah tempat untuk mengagungkan Allah.

“Allahuakbar, Allahuakbar.. Allahuakbar Allaaahuakbar! Adzan khas Turki, dengan penekanan awal dan akhir, seolah menjadi menara-menara suara, Hagia Sophia, kini tempat sujud,” tulis Felix.

Masjid Ayasofya tak henti melaksanakan tugasnya. Sampai tahun 1934, ketika kabinet Turki memaksanya menjadi musium

“Tahun 2020, 86 tahun berselang Erdogan dan pemerintahannya membatalkan keputusan itu, membuka jalan untuk Ayasofya kembali lagi menjadi Masjid, Allahuakbar!” tulis Felix.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya